alexametrics

Tanpa Pamrih, Bayarannya adalah Kesembuhan Pasien

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Plasma Konvalesen saat ini memang dibutuhkan untuk membantu penyembuhan pasien Covid-19. Namun sayang, pendonornya masih terbatas. Selain itu, butuh kesadaran bagi penyintas Covid-19 untuk mendonorkan darahnya yang mengandung antibodi. Relawan Basoka (Bantu Sesama Donor Plasma Konvalesen) adalah salah satu komunitas yang peduli itu.

Berangkat dari keprihatinan di tengah pandemi ini dan berniat membantu sesama, sejumlah penyintas Covid-19 di Kota Semarang ini, akhirnya membentuk komunitas Relawan Basoka pada Juli 2021.

Nama “Basoka” sendiri mengadaptasi dari program Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang mencanangkan donor plasma konvalesen pada Januari lalu. Willy Leo Santiko adalah orang pertama pelopor relawan basoka. Kemudian diikuti teman-temannya yang berinisiatif untuk menggalang pendonor plasma konvalesen.

Baca juga:  RKFK Angkat Kendal melalui Film

Willy sendiri terinspirasi dari Lina Indarno, seorang ibu rumah tangga yang getol mengedukasi masyarakat yang pernah terpapar Covid-19 untuk mendonorkan plasma konvalesen. Termasuk mengedukasi keluarga pasien.

Menurut Willy, pendonor konvalesen masih terbatas. Karena belum adanya edukasi terhadap penyitas Covid-19. Banyak ditemui pasien Covid-19 yang belum menemukan pendonor plasma konvalesen, sampai harus mengantre dan mencari ke mana-mana. Bahkan ada yang akhirnya meninggal karena tak mendapat plasma konvalesen.

Sampai saat ini, anggota Relawan Basoka ada 28 orang. Tujuan komunitas ini, untuk menggalang masyarakat penyitas Covid-19 supaya bersedia mendonorkan plasma konvalesennya.

“Kegiatan yang dilakukan ini gratis. Membantu mempertemukan antara calon pendonor dengan keluarga pasien yang membutuhkan plasma konvalesen,” ujar pria 42 tahun ini.

Baca juga:  Pisau itu Alat untuk Membantu Manusia, Bukan Senjata

Relawan Basoka terus berupaya mengedukasi para penyintas Covid-19 baik secara langsung maupun melalui video. Menurutnya, donor plasma konvalesen bermanfaat bagi calon pendonor itu sendiri, karena titer antibodinya bisa stabil dan berperan aktif. “Melalui donor ini mereka secara langsung berpartisipasi dalam menghadapi Covid-19,” tuturnya.

Menurutnya, setelah para penyintas memahami pentingnya plasma konvalesen bagi penderita Covid-19, akhirnya banyak yang bergabung. “Terpenting mereka inisiatif, bersedia secara gratis untuk menggalang para penyintas Covid-19 yang bersedia mendonorkan plasma konvalesen,” tandasnya.

Relawan Basoka berkoordinasi dan saling tukar informasi melalui grup WhatsApp (WA). Mulai mengirimkan identitas calon pendonor, golongan darah, kapan bisa didonorkan. “Untuk nomor ponsel calon pendonor hanya relawannya dari Basoka yang memiliki,” ujarnya.

Baca juga:  Tak Sekadar Kumpulan Fans Iwan Fals, Oi Batang Ingin Bermanfaat untuk Masyarakat

Relawan Basoka memang semata-mata membantu tanpa pamrih. Bayarannya adalah kebahagiaan keluarga pasien yang berhasil mereka bantu. “Ketika ada yang meminta tolong dan Basoka berhasil membantu mencarikan pendonor plasma konvalesen itu, kami pun bahagia.  Secara tidak langsung ikut berpartisipasi dalam proses penyembuhan pasien Covid-19,” tandasnya. (mg3/mg1/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya