24 C
Semarang
Minggu, 29 Januari 2023

Tips Mengurangi Stres Tanaman yang Dibeli secara Online, Apa saja?

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Segala barang kini dapat dibeli dengan mudah secara daring, termasuk tanaman.

Namun, ada yang berbeda dalam hal pengemasan dan setelah tanaman tiba.

Meminimalkan stres pada tanaman adalah aspek yang harus diperhatikan.

Perlu perlakuan khusus setelah di-unboxing. Hal tersebut harus dilakukan karena sangat mungkin tanaman mengalami stres selama proses pengiriman.

Penghobi tanaman asal Surabaya Valentia Christina pun berbagi tips supaya tanaman tetap sehat dan subur.

Tanaman yang dibeli secara online biasanya dikirim beserta media tanam.

Sering kali orang melepas media tanam tersebut karena ingin meletakkan di pot baru. Hal itu bisa berdampak kurang baik bagi tanaman.

’’Seharusnya menunggu kondisi tanaman stabil terlebih dulu. Ciri-cirinya itu, muncul tunas atau daun baru pada tanaman sekitar satu pekan,’’ terangnya Selasa (22/11) lalu.

Baca juga:  Sulap Limbah Sabut Kelapa Jadi Pot Tanaman Hias

Penyiraman boleh dilakukan ketika tanaman baru saja tiba di lokasi. Asalkan, tanaman segera diangin-anginkan di ruangan dengan sirkulasi udara yang mencukupi.

Tindakan tersebut bertujuan mencegah munculnya penyakit, bakteri, ataupun jamur.

Selama pengiriman, tanaman tidak mendapatkan udara yang memadai. Intensitas pun menyesuaikan jenis tanaman paling tidak satu kali sehari.

’’Analoginya seperti manusia yang menghirup udara segar setelah keluar dari ruangan pengap,’’ kata alumnus arsitektur Universitas Kristen Petra Surabaya itu.

Tanaman layu atau daun rontok saat sedang dikirim tak bisa dihindari. Karena itu, perlu nutrisi tambahan bagi tanaman.

Yaitu, menggunakan vitamin B1 supaya kondisi optimal tanaman segera pulih. Memang, tips yang satu itu tak wajib dilakukan dan hanya bersifat opsional.

Baca juga:  Mengunjungi Desa Agrowisata Kampung Bunga Dukuh Getasan, Ada 140 Pedagang, Patok Harga Seragam

’’Setidaknya bisa mempercepat dan memperlancar proses metabolisme tanaman,’’ ungkap dia.

Pemberian vitamin itu pun terbilang mudah. Perbandingannya, takaran satu sendok makan dapat digunakan untuk satu ember air.

Penyiraman bisa dilakukan setiap hari secara teratur minimal selama satu pekan awal. Dengan begitu, tingkat stres tanaman bisa segera menurun.

’’Sebelum kami kirim, tanaman juga diberi vitamin,’’ ucap pemilik toko tanaman Green Garden itu.

Pencahayaan juga perlu mendapat perhatian khusus. Selama 1–2 pekan awal, tanaman harus diletakkan di tempat yang teduh, tak terpapar cahaya matahari secara langsung.

Pada rentang waktu itu, tanaman secara perlahan digeser ke tempat yang semakin panas hingga mendapatkan lokasi paling ideal sesuai dengan jenisnya.

Baca juga:  Apa Alasan Tanaman Monstera yang Makin Mahal? Bahkan Rekor Dijual Seharga Rp 250 Juta

Aftercare opsional lainnya, bisa menggunakan pengilap daun. Setelah permukaan dibersihkan, oleskan pada kapas atau busa secara menyeluruh di daun hingga mengilap.

Semakin sering terkena debu atau air, lapisan cepat menghilang dan bisa diulang sekali setiap dua pekan.

’’Pakai produk yang ada di pasaran pada umumnya bisa,’’ tutur perempuan 25 tahun itu.

Proses pengemasan harus dipastikan aman. Media tanam ditutup dengan tisu supaya tak tumpah, kemudian digulung menggunakan kardus tebal.

Opsi pengiriman terbagi menjadi dua, menggunakan pot atau tidak. Tapi, pemula lebih disarankan memilih dengan pot untuk meminimalkan tingkat stres tanaman.

’’Sewaktu mengirim, media tanam juga tidak boleh basah untuk menghindari kebusukan,’’ kata perempuan kelahiran 1997 itu. (dho/c7/ai)

Reporter:
Jawa Pos Koran

Baca artikel dan berita terbaru di Google News


Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Menarik

Artikel Menarik Lainnya