24 C
Semarang
Minggu, 29 Januari 2023

Menyaksikan Anjing Kampung dan Anjing Pungut Adu Kebolehan; Diajak Ngomong biar Lebih Tenang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID-Paw Party yang dihelat Indonesia Canine Lovers di Surabaya pekan lalu menjadi ajang pembuktian kecakapan anjing-anjing kampung atau mongrel dan anjing-anjing pungut (rescued).

Meski secara genetik tidak istimewa, mereka juga punya pesona. Bailey dan Iped hanya sebagian kecilnya.

GABRIELLA Nathaniel mungkin lebih grogi ketimbang momongannya, Bailey, menjelang dimulainya mongrel show pada 20 November lalu. Pasalnya, sehari-hari, anjing campuran Kintamani itu banyak polah dan heboh.

’’Ini pertama kali Bailey ikut event dan show. Gemeteran terus dari tadi, kelihatan takut,’’ jelas Gaby kepada Jawa Pos.

Selama sepuluh bulan tinggal bersama Gaby, Bailey sebenarnya jarang bergaul. Sama seperti sang pawrent, Bailey lebih menyukai me time di rumah.

Namun, melihat karakter Bailey yang periang dan lincah, Gaby pun iseng mengikutsertakannya dalam mongrel show.

’’Ikut ini buat seru-seruan aja. Soalnya biaya pendaftarannya juga didonasikan. Jadi, menang kalah nggak terlalu dikejar,’’ ungkapnya.

Sedikitnya ada tiga poin yang dinilai dalam kompetisi itu. Yakni, kepatuhan saat berjalan bareng pawrent, reaksi saat dipegang orang lain, dan respons terhadap mainan yang diberikan.

Namanya kompetisi, pasti pesertanya banyak. Belum lagi penontonnya. Apalagi, kompetisi itu digelar di kawasan pusat perbelanjaan.

Bagaimana Bailey menghadapi situasi tersebut? Demam panggung atau tidak? Menurut Gaby, meski gemetaran, Bailey bisa menguasai keadaan. Bahkan, ia relatif kalem saat penilaian.

’’Cuman biar lebih tenang dan nggak terlalu gemetaran, tadi coba aku ajak ngomong terus. Pokoknya kuajak berinteraksi dan kusayang-sayang lebih lagi,’’ terangnya.

Betapa leganya Gaby ketika semua rangkaian penilaian bisa dilewati dengan baik oleh Bailey.

Tidak hanya lega, gadis 17 tahun itu juga bangga. Sebab, dia bisa membuktikan bahwa anjing kampung seperti Bailey tidak kalah cakap dalam kompetisi.

Gaby yang memegang teguh prinsip adopt, don’t shop itu menegaskan bahwa anjing kampung juga bisa menjadi sahabat yang menyenangkan.

Karena itu, tidak perlu ragu mengasuh anjing kampung atau anjing rescued dari selter.

’’Yang penting, kita harus bisa menjaga komitmen. Kalau ujung-ujungnya mereka ditelantarkan atau sampai dijual, itu lebih kasihan,’’ tuturnya.

Senada dengan Gaby, Mak Co menyatakan bahwa mongrel show jadi bukti pesona yang dimiliki anjing kampung dan anjing pungut.

Mak Co adalah pawrent Iped, seekor Chihuahua yang ditelantarkan karena sebelah matanya cacat.

Kini, setelah pengobatan matanya tuntas, Iped memang harus kehilangan salah satu matanya. Namun, jangan ditanya soal kelincahannya.

Menyaksikan Iped berkompetisi di ajang mongrel show membuat Mak Co terharu.

Apalagi, Iped terlihat percaya diri. Ia juga sangat aktif dan cenderung lebih cerewet ketimbang peserta mongrel show yang lain.

’’Masih seceria itu, segesit itu, semenyenangkan itu,’’ ujarnya.

Di tangan Mak Co, Iped yang dulu ditelantarkan menjelma menjadi momongan yang menggemaskan.

Karena itu, Mak Co berharap tidak ada lagi yang menelantarkan momongan berbulunya seperti pawrent Iped sebelumnya.

’’Mereka ini juga punya perasaan. Iped yang ras aja dibuang, gimana yang lain,’’ ucap Mak Co. (ama/c18/hep)

Reporter:
Jawa Pos Koran

Baca artikel dan berita terbaru di Google News


Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Menarik

Artikel Menarik Lainnya