alexametrics

Ajak Masyarakat Sayangi Reptil

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sebagian masyarakat pasti ada yang takut dengan ular atau jenis reptil lainnya. Lain halnya dengan Mungki Hendarto. Melaui hobinya memelihara reptil, ia ajak masyarakat tidak takut reptil.

Anggota Komunitas Satwa Eksotik (KSE) itu menceritakan, mulai mengoleksi reptil  sejak SMP tepatnya tahun 1999. “Dulu saya tinggal di Barito, lalu hobi saya bermain bola. Setelah bermain bola, saya mencari ular hijau. Lalu saya jual, dapat 10 ribu per ekor di Pasar Burung. Saya mencari empat kali seminggu,  setiap dapat ada empat sampai lima. Saya suka karena bentuk ular itu lucu,” katanya.

Tak hanya ular, Mungki juga mengoleksi puluhan jenis reptil mulai dari kura-kura, kadal, dan biawak pada tahun 2004. “Setelah lulus SMA, saya terjun lagi di dunia reptil. Lalu tahun 2018 ini saya bersama Komunitas Satwa Eksotik mulai melakukan aktivitas, seperti sharing ilmu, dan edukasi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga:  Awalnya Hanya Punya Satu Jenis Sekarang Sudah Ada 10 Jenis Kura-Kura

Diakuinya, mengoleksi reptil bukan sesuatu hal yang sulit. Karena mulai dari perawatannya dan pemeliharaan termasuk mudah, dibandingkan hewan lainnya.

Dari segi makan pun semua jenis ular hanya dua minggu sekali. Berbeda dengan reptil lainnya seperti kadal, biawak, dan kura-kura  setiap hari.

Diakuinya, pecinta reptil di Semarang termasuk banyak, salah satunya Komunitas Satwa Eksotik. Komunitas ini memberikan Edukasi kepada masyarakat bahwa keberadaan hewan reptil sebagai predator bagi keberlangsungan ekosistem alam.

Komunitas ini berkumpul seminggu sekali setiap hari Minggu di Taman Indonesia Kaya.”Kami sengaja mengedukasi masyarakat agar bersahabat dengan hewan reptil, dan kami mendatangi beberapa swalayan mengajak pengunjungnya lebih dekat dengan hewan reptil ini” katanya.

Baca juga:  Pasang Surut Football Freestyle di Semarang, Sempat Booming, Sekarang yang Latihan Hanya 3 Orang

Pihaknya, berharap masyarakat paham karakter ular dan reptil lainnya. Sehingga saat melihat hewan tersebut, tak lagi merasa ngeri dan takut.

Mungki menambahkan, jenis Ular ada dua, berbisa dan tidak berbisa. Ular berbisa contohnya ular vyper, dan uar tidak berbisa contohnya ular piton dan ular boa.

“Kalau ular paling langka yaitu jenis albino kulit putih dan mata merah mencapai Rp 5 juta. Dan ular paling berbahaya yaitu King Kobra,” katanya.

Ia menegaskan, jika ingin memelihara ular berbisa tidak dianjurkan untuk memegangnya. “Ketika memberinya makan pun, menggunakan alat bantu seperti capitan,” ujarnya. (mg10/mg11/fgr/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya