alexametrics

Pahami Karakteristik Louhan agar Semakin Menawan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Masa pandemi Covid-19, kegiatan masyarakat dibatasi. Orang-orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Sejak saat itu, muncul berbagai kebiasaan baru di tengah masyarakat. Memelihara ikan louhan salah satunya.

Ikan louhan sempat booming dan menjadi raja ikan hias di awal 2000-an. Ikan ini memiliki ciri khas unik. Seperti benjolan di kepala, warna, marking di badannya, hingga bentuk mulut, sirip, dan mutiara pada sisiknya. Louhan akan terlihat semakin menawan jika di-treatment secara benar.

Aditya Rofiq adalah salah satu penghobi ikan louhan. Pria 30 tahun ini menekuni hobi memelihara louhan sejak masih tinggal di Banjarnegara. Awalnya ayah Adit, Upiyono, memelihara ikan louhan di rumah. Secara tidak langsung, Adit pun menyukai ikan louhan peliharaan ayahnya.

Sempat terhenti karena jenuh. Dia kembali aktif memelihara louhan ketika pindah di Semarang dan bergabung dengan Komunitas Pecinta Louhan Semarang (KPLS) pada awal 2019. “Dulu sudah pernah merawat. Ternyata di sini ketemu komunitas, akhirnya senang lagi,” tegas Adit Rabu (14/4/2021).

Adit menjelaskan, dalam memelihara ikan louhan ada tiga kategori, yaitu breeder, progressor, dan fighter. Breeder adalah orang yang membiakkan ikan louhan dari bertelur, membuahi, hingga menjadi anakan ikan. Progressor adalah orang yang me-progress (mengembangkan) ikan dari anakan hingga menjadi besar. Sedangkan fighter adalah orang yang mengikuti kontes ikan louhan.“Kalau saya lebih ke progressor dan fighter itu tadi,” ungkap Adit kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Foto: Istimewa

Menurut Adit perawatan ikan louhan tidak begitu susah. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Misalnya, mengganti air aquarium seminggu sekali atau saat kondisi air sudah keruh. Kemudian menjaga suhu air tetap normal di angka 36 derajat. “Ini karena ikan louhan tidak bisa hidup di air yang dingin,” terangnya.

Setiap louhan memiliki karakteristik yang berbeda. Jenis cencu biasanya tidak nyaman dengan air yang kotor. Berbeda dengan jenis kamfa, yang merasa lebih nyaman di air keruh. Sehingga pemilik harus benar-benar tau karakteristik agar potensi peliharaannya bisa muncul maksimal. “Kalau air sudah mulai keruh, cencu biasanya merasa gatal, terus badannya digesekkan ke kaca” tambahnya.

Pemberian pakannya juga harus benar. Baiknya louhan diberi makan secara bertahap. Pagi, siang, dan sore. Apabila hal-hal tersebut tidak diperhatikan dengan benar, louhan berpotensi terserang penyakit. Misalnya memuncul white spot (jamur) pada tubuhnya dan terserang berak putih pada pencernaannya.

Ikan louhan mempunyai daya tahan hidup yang lumayan panjang jika perawatannya benar. Bisa mencapai 5-6 tahun. Namun kelincahannnya akan berkurang seiring usianya bertambah tua.

Selama memelihara louhan, Adit hanya memberi makan ikannya setiap Senin-Kamis. Jumat-Minggu. Ia membiarkan ikannya berpuasa supaya menjadi lebih agresif. Pakan ikan louhan terdiri dari pelet, udang yang dicampur dengan carophyl (pewarna untuk ikan), dan cacing beku. “Kalau saya memberi pakannya standar aja, kalau ikan kecil paling 5-10 butir pelet. Kalau yang besar saya beri udang, pelet, dan cacing beku,” ungkap Ketua KPLS itu.

Pandemi ternyata juga berdampak pada pecinta ikan louhan. Saat awal-awal pandemi berlangsung, harga ikan turun drastis. Hal ini karena tidak adanya kontes ikan. Mulai pertengahan 2020 harga ikan kembali naik dan kontes ikan mulai diselenggarakan lagi. Namun dampaknya belum bisa seperti sebelum pandemi.

Sebagai pecinta ikan louhantentu pernah mengikuti kontes. Saat itu ia meraih juara 3 dan 5. Saat ini, Adit memelihara sekitar 20 ekor louhan. Selain itu ia juga memelihara ikan lain seperti cupang dan sapu-sapu. (mg8/mg6/zal)

 

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya