alexametrics

Pesona Predator Air Tawar Berharga Fantastis

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Ikan arwana. Siapa yang tidak mengenal predator air tawar primitif tersebut. Dihargai fantastis mencapai ratusan juta, tetap saja banyak penggemar terpesona. Tertarik memelihara ikan yang dianggap sebagai pembawa keberuntungan tersebut.

Arwana sendiri memiliki berbagai macam jenis. Ada Arwana Golden Red, Golden Cross Back, Banjar Red, Golden Pino, Jardini (Papua), Silver dan masih banyak lainnya. Super Red sendiri merupakan jenis istimewa. Karena bernilai jual paling tinggi dibanding yang lain. Untuk ukuran delapan sampai 10 cm harganya Rp 2,5 – Rp 3 juta. Belum lagi yang telah dewasa dan selalu menang kontes. Harganya bisa mencapai ratusan juta. Memilili dominasi warna merah di tubuhnya, ikan tersebut biasa berasal dari Kalimantan Barat.

Baca juga:  Bonsai dengan Perawatan Rumit, Justru Diminati Pasar

“Lebih tepatnya habitat aslinya di Sungai Kapuas,” ujar Muhammad Chairul Anam, perawat ikan arwana.

Dalam perawatannya, kata Anam gampang-gampang susah. Bagi pemula ada beberapa hal yang perlu diketahui dan dipersiapakan. Agar ikan dapat bertahan dan memiliki umur panjang. Salah satunya terkait akuarium pemeliharaan dan kualitas air. Dia menyarankan sebaiknya memelihara arwana menggunakan air pegunungan. Dengan sirkulasi air yang tentunya harus selalu terjaga dengan baik. “Untuk menjaga kualitas, airnya juga diberi vitamin,” ujarnya.

Selain itu, pakai filter yang terbaik. Seperti biobol, bioring dan biokrystal. Bukan hanya kapas. Hal ini penting. Sebab nantinya akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dari ikan yang memiliki nama latin Scleropages Legendrei ini.

Baca juga:  Tasya Vivia Andriana, Menyukai Susur Gua

“Kalau lingkungannya jelek, pertumbuhan arwana jadi jelek. Begitupun kalau bagus. Ikan pasti juga mengikuti lingkungannya,” lanjutnya.

Memelihara arwana juga butuh kesabaran. Pria yang juga bekerja di Arowana Proshop “Red Midas” ini menjelaskan Arwan Super Red tidak serta merta didapat saat ikan tersebut menetas. Perlu upaya pembentukan warna. Agar ikan yang semula berwana putih ekor oranye ini dapat bertumbuh mengeluarkan warna merah khasnya. Faktor makanan, pencahayaan, dan kualitas air sangat berpengaruh pada proses tersebut.

“Kalau semua terpenuhi, paling cepat arwana bisa tumbuh dalam kondisi ideal dalam waktu 1,5 tahun setelah penetasan. Kalau rata-rata biasanya butuh waktu dua tahun,” lanjutnya.

Bibit ikan arwana. (Istimewa)

Meskipun tidak mudah dalam merawatnya, ia mengaku masih banyak orang yang tertarik untuk memelihara ikan tersebut. Di Semarang sendiri bahkan ada komunitas sendiri bagi pecinta arwana. Yakni Arwana Semarang. Komunitas itu menjadi ajang para pemelihara arwana berkumpul. Sekaligus berbagi informasi mengenai cara merawat arwana.

Baca juga:  Ninda Intan Priyanti, Dari Hobi, Jadi Bisnis Jaket Lukis

Pemula yang tertarik memberikan memelihara ikan tersebut, dia memberi saran. Sebelum membeli, lebih baik disiapkan fasilitas dan akuariumnya. Dalam membeli bibit ikan jangan lupa memastikan kualitas dan asal usul ikan tersebut. Pasalnya sebagai salah satu ikan yang dilindungi, tiap arwana selalu memiliki chip, sertifikat dan surat pengiriman resmi dari BKSDA. Sehingga dapat terlacak kelestariannya.”Agar aman dan legal untuk dipelihara, dokumen tersebut harus lengkap,” pungkasnya. (akm/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya