alexametrics

Selalu Bahagia selama Gowes

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Semenjak pandemi Covid-19, banyak orang yang mulai mencoba gaya hidup sehat serta berolahraga. Salah satu hal yang digemari banyak orang adalah bersepeda. Fun sekaligus sehat.

Novi Tania, 36, seorang ibu rumah tangga kelahiran Semarang 17 November 1985 termasuk yang keranjingan gowes. Anggota komunitas Biscuit Semarang (Bike Culinary Travel) ini sangat bersemangat dengan respons masyarakat terhadap kebiasaan bersepeda.

“Saya suka gowes karena dengan bersepeda bisa keliling ke mana aja dan bonusnya pasti sehat dan bisa menikmati udara yang segar di pagi hari. Pokoknya gak terucapkan dengan kata-kata,” tutur Nop-Nop, panggilan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Nop-Nop sudah kecanduan Gowes sejak 2018. Rute terjauh yang sudah dia taklukkan yaitu dari Ambarawa ke Salatiga. Ia mengaku lebih suka menggunakan sepeda lipat (seli) karena lebih praktis dan murah, dengan menggunakan sepeda lipat, ongkos perjalanan jauh pun lebih irit sekitar Rp 7 ribu sampai Rp 50 ribu.

Baca juga:  Rekatkan Kekeluargaan, Tingkatkan Produktivitas Kerja

“Saya lebih suka seli, simpel, praktis dan bisa dilipat dibawa ke mana-mana. Gak mahal kok,naik bis Trans Semarang hanya Rp 3500 dan sepeda juga dikenakan biaya Rp 3500, jadi PP hanya Rp 14 ribu aja,” ujarnya.

Ia mengaku, selama menjalani kegiatan gowes belum pernah merasakan pengalaman pahit, melainkan selalu bahagia saat bersepeda. Sekarang ibu rumah tangga ini hanya bisa gowes saat weekend serta dengan rute jarak dekat jika anaknya sedang ada kelas online.

Selama gowes, Nop-Nop menjumpai berbagai tantangan. Yaitu tanjakan yang membuat dirinya takut.

Ia membeberkan motivasinya menekuni dunia gowes yaitu hidup sehat, banyak teman,dan kesederhanaan. Kepada Jawa Pos Radar Semarang, Nop-Nop juga memberikan beberapa tips untuk goweser pemula.

Baca juga:  Sepeda Robot Menolak Punah

“Pertama, rencanakan tujuan gowes. Kedua, tentukan pitstop untuk istirahat. Ketiga, cek kesiapan sepeda, rem tekanan angin dll. Keempat, jangan memaksakan diri jika sudah kelelahan, harus istirahat. Kelima, pakai alat keselamatan diri, helm, kacamata, sarung tangan, sepatu manset dll. 5F dalam bersepeda, fun, fashion, fit, food, foto,” ujar Nop-Nop.

Untuk kedepannya dirinya berharap pandemi segera berakhir agar dapat bersepeda lebih nyaman dan bisa bersepeda jarak jauh tanpa harus takut. “Saya pengen fondo (bersepeda jarak jauh, red) 100 km ke Weleri dan ke Boyolali,” tuturnya. (mg3/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya