alexametrics

Fixed Gear Society, Pilih Rute Balapan Menanjak Lebih Menantang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Fixed Gear Society merupakan komunitas yang berisikan sekelompok orang pecinta sepeda fixie asal Semarang. Bermula dari empat orang dengan hobi yang sama yaitu gowes. Kini, Fixed Gear Society terus berkembang hingga memiliki belasan anggota aktif.

Salah satu pencetus Fixed Gear Society adalah Dimas Dwi Kurniawan. Komunitas ini dibentuk pada Mei 2020. Meskipun baru berdiri, kelompok ini pernah mengadakan sebuah event balap khusus sepeda fixie.

Berbeda dengan balap fixie yang lain, balapan ini memilih rute menanjak, dari Pleburan sampai Gedung Olaharaga (GOR) Jatidiri agar lebih menantang. Selain itu, rute yang menanjak memang ditonjolkan dalam event ini sebagai ciri khas “Semarangan”.

Baca juga:  Paguyuban Club Sepeda Semarang, Gocapan Bikin Semangat

“Pesertanya lumayan banyak kok. Sekitar 70 orang yang berasal dari berbagai kota di Jawa Tengah. Bahkan ada juga yang berasal dari luar Provinsi Jateng, Mas,” kata Dimas kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Di sisi lain, komunitas ini juga menyabet kejuaraan dalam pertandingan mini games dalam sebuah event yang diadakan di luar Kota Semarang. Menurut Vany Bachtiar, anggota aktif Fixed Gear Society, hal ini adalah pengalaman yang berkesan dan tak pernah ia dapatkan sebelumnya. “Saingannya dari berbagai kota, Mas. Senang rasanya bisa bawa nama baik Kota Semarang dalam sebuah event dan menjuarainya,” tutur Vany.

Tidak hanya mengenai event dan pertandingan. Disampaikan oleh Dimas, kegiatan lain yang mereka lakukan adalah saling menebar kebermanfaatan antaranggota komunitas. Hal ini diwujudkan dengan adanya kegiatan gowes malam yang bertujuan untuk memperlaris bisnis dari anggotanya. Agenda tersebut dinamakan “Rabu-Rabu”.

Baca juga:  Manfaatkan Ban Bekas, Dijual Keliling Naik Sepeda

Mereka berkeliling Kota Semarang di malam hari sambil berkunjung ke anggota Fixed Gear yang memiliki bisnis secara bergantian. “Rabu-Rabu itu biasanya diisi dengan agenda ngelarisi teman sendiri. Biasanya ada beberapa teman yang memiliki usaha seperti angkringan. Jadi, kita meramaikan usaha mereka,” tambah Dimas.

Selain itu, kegiatan Rabu-Rabu tersebut memang menjadi salah satu cara bagi komunitas ini untuk menciptakan rasa kekeluargaan antaranggota. Vany mengaku, kekeluargaan memang menjadi hal terpenting dalam komunitas ini.

“Sesuai nama komunitas kami “Society”. Jadi yang terpenting dalam komunitas ini ya kekeluargaan itu, Mas,” tutupnya. (mg12/mg19/mg10/ida)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya