alexametrics

Bosen di Aspal, Residu AM Pilih Trek Blusukan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Bersepeda melewati jalan aspal halus tak selamanya membawa kenikmatan. Jalan landai tanpa ada tantangan membuat Muhammad Ali Alfiyan, 32, dan komunitasnya bosan. Mereka pun berfikir untuk mencari jalur alternatif yang lebih seru dan menyenangkan.

Bermodal sepeda jenis all mountain, pria asal Desa Cokro, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, itu mencoba blusukan melalui jalan yang tidak semestinya. Seperti jalan setapak di hutan, perkebunan teh, dan lain sebagainya.

Di balik medan yang menantang adrenalin, ternyata ia menemukan pemandangan alam indah. Hal itu ternyata membuat candu. Hingga kini, bersama komunitasnya ia rutin blusukan bersepeda di berbagai trek yang ada di dalam maupun luar Kabupaten Batang.

Komunitasnya bernama Residu AM (All Mountain). Kata residu diambilnya dari bahas pertanian yang berarti racun.

Baca juga:  Gowes dan Ngaji, Sehatkan Jasmani Rohani

Supaya bisa meracuni orang lain untuk bersepeda bersama. Supaya bisa berkumpul dan menjalin silaturahmi bersama.

“Kami blusukan-blusukan biasa, tidak seperti downhill yang mencari trek ekstrem banget. Kami pakai sepeda all mountain yang mumpuni untuk masuk ke hutan-hutan dengat trek sedikit ekstrem,” ujar pria yang akrab disapa Ali ini.

Residu AM diikuti oleh 40 orang dari berbagai kalangan di Kabupaten Batang. Namun yang sering ikut gowes ada 20 sampai 25 orang. Ali sendiri merupakan koordinator Residu AM.

Mereka sering kumpul di daerah Kecamatan Blado dan Bawang, karena lokasi tersebut dekat dengan trek perbukitan atau pegunungan yang sering dilalui.

“Kami biasanya naik mobil pikap dulu untuk menuju trek yang jauh atau di luar daerah. Sementara trek yang dekat sini kami biasanya gowes dari rumah,” terangnya.

Baca juga:  Rekatkan Kekeluargaan, Tingkatkan Produktivitas Kerja

Trek yang palig sering dikunjungi adalah di daerah Kayulandak, Pacet, Kecamatan Reban. Dari titik itu mereka turun menuju Pagilaran dan finish di Blado. Medannya berupa tanah di tengah perkebunan teh. Pemandangannya ikut memanjakan mata.

Selain itu ada trek Kambangan, Kecamatan Blado, menuju Dieng. Kemudian trek Dieng menuju Pranten, Kecamatan Bawang melalui jalan petani dan setapak.

Tak hanya di Kabupaten Batang, Residu AM juga sering menjajal trek di luar daerah. Seperti trek Banaran di Sukorejo, Kabupaten Kendal, trek Rujak Asem, Kabupaten Temanggung, kemudian trek Jurang Jero di Magelang, hingga Jogjakarta.

“Dulu kami sering jajal trek biasa di jalan beraspal, tapi lama-lama bosan. Kami coba jajal trek di daerah atas Gunung Sumbing, Wonosobo malah keasikan. Sejak itu kami milih blusukan,” ucapnya.

Baca juga:  Selain Hobi Juga untuk Investasi

Lewat trek blusukan itu mereka bisa membangun kekompakan. Kalau ada trouble di jalan otomatis tidak ada orang lain yang bisa membantu. Kecuali teman satu komunitas. Semua menolong dan menunggu hingga masalah terselesaikan.

Permasalahan yang sering dihadapi adalah tersesat, ban bocor, dan lain sebagainya. Ia berharap di Kabupaten Batang ada wadah yang resmi dari pemerintah. “Ketika ada event atau perlombaan bisa ikut berkontribusi. Apalagi Batang punya potensi untuk mengembangkan sport tourism,” tandasnya. (yan/zal)

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya