alexametrics

Tak Sekadar Gowes, Getol Modifikasi dan Ikuti Kontes

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Tidak sekadar menyalurkan hobi bersepeda, Troy Owner Semarang (TOS) juga aktif mengikuti kontes sepeda. Tak jarang anggotanya menjuarai kontes modifikasi di berbagai daerah.

TOS berdiri pada 26 Juli 2019. Berangkat dari hobi dan kesukaan yang sama terhadap sepeda Element Troy. Saat ini memiliki anggota aktif 50 orang.

“Awal terbentuknya sih dari beberapa pencinta sepeda merek Element Troy ya. Sering kumpul dan gowes bareng, akhirnya kita buat sebuah komunitas,” terang Humas TOS, Aven Christian kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Aven mengatakan, rasa kekeluargaan antara anggota satu dan lainnya begitu kuat. Komunitas ini juga aktif di berbagai kegiatan. Mulai gowes rutin, bakti sosial, hingga mengikuti kontes modifikasi sepeda.

Baca juga:  Sepeda Robot Menolak Punah

“Ya misalnya kalau ada riding ya kita saling bantu satu sama lain. Kalau ada kontes, anggota yang nggak ikut tetap memberikan support. Sehingga kebersamaan dan kekeluargaannya sangat erat,” ujarnya.

Anggota TOS kerap menyabet juara berbagai kontes modifikasi sepeda. Baik event di Kota Semarang maupun daerah lain. Seperti di Salatiga. Beberap kelas yang diraihnya seperti best style, best thematic, hingga best performance.

Belum lama ini, lanjut Aven, TOS juga membuat video kampanye untuk mengajak Goweser Semarang bersepeda ke tempat kerja. Tujuannya tentu mengurangi polusi udara, kemacetan dan membuat badan menjadi sehat.

Bagi kalian yang ingin bergabung dengan TOS, syaratnya tidak begitu sulit. Cukup punya sepedaTroy. Tentunya sehat jasmani dan rohani. “Harus sehat dulu, dan senang berkomunitas,” tegasnya. Titik kumpul sebelum gowes biasanya di depan Stadion Tri Lomba Juang.

Baca juga:  Budayakan Olahraga dan Aksi Sosial

Kepada anggota TOS, Aven selalu menyosialisasikan etika bersepeda di jalan raya. Harus menghormati pengguna jalan lain.

Hal itu menurutnya bisa membuat TOS semakin besar dan menambah teman dari komunitas lainnya.”Intinya adalah bisa menghargai satu sama lain. Baik saat kumpul bareng, saat gowes, atau apa pun. Termasuk dengan komunitas lainnya dan pengguna jalan,” tandasnya. (den/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya