alexametrics

Having Fun, Eksplor Kota ala Gowes Penax Semarang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Gowes Penax Semarang. Komunitas yang tak sekadar mengeksplore tempat-tempat menarik di setiap sudut kota, tapi juga kulinernya.

Komunitas ini baru dibentuk tiga bulan terakhir. Berawal dari teman lama yang suka nongkrong bareng. Awalnya tidak memiliki niatan untuk membentuk komunitas gowes. Namun karena memiliki satu kesamaan, gowes dan kulineran, akhirnya sepakat membentuk Gowes Penax.

Anggotanya yang aktif ada 11 orang. Mereka dari berbagai latar belakang dan profesi. Tua maupun muda. Tidak mematok jenis sepeda tertentu agar bisa bergabung dengan Gowes Penax.“Gowes Penax sangat terbuka kepada siapa saja yang ingin bergabung. Karena komunitas ini untuk having fun,” ujar Captain Rute, Roni Apriargo.

Baca juga:  Sepeda Balap Jadul Lebih 'Nyeni' dan Bersejarah

Member Gowes Penax lain, Wiwied Nurseka menyebut, sebelas member yang atktif di antaranya adalah Agung, Asteria Hesti, Dona, Hasto, Hendrayana, Meryo Handoko, Roni Apriargo, Sauna Rasyid, Sendek Prawinko, Tantra, dan dirinya.

“Jenis sepeda apa pun boleh bergabung, hal yang terpenting itu rasa kebersamaan dan memiliki target bersama,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kegiatan gowes rutin digelar Sabtu dan Minggu. Waktunya fleksibel. Menyesuaikan jadwal luang anggota. Namun tidak semua anggota ikut gowes. Berapa pun jumlahnya kegiatan tetap digelar.

“Tidak semua ikut gowes. Karena memang memiliki kesibukan masing-masing. Siapa yang luang di hari itu ya gowes,” katanya.

Rute gowes telah dipersiapkan dari jauh hari. Biasanya gowes penax menyusuri rute dengan yang menantang dan menanjak. Seperti ke wilayah Mijen, BSB, Masjid Kapal Semarang, Bukit Semarang Baru (BSB). Tak hanya itu saja, Gowes Penax juga menyusuri trek tanjakan daerah Unika Soegijapranata Semarang, Untag, Tanah Putih, Gombel, Siranda dan Gajah Mungkur Semarang dan masih banyak lagi.

Baca juga:  Bersepeda Cara Ampuh Usir Stres

Roni Apriargo mengatakan, dalam perjalanan captain rute dan sweeper menjaga dari depan dan belakang rombongan. Dia bertugas memastikan anggotanya berhasil melewati semua trek.

Tidak hanya daerah Semarang saja, Gowes Penax juga tak lama ini sudah dua kali explore ke Jogjakarta. Wiwied Nurseka mengatakan rute tempuh yang paling jauh ia rasakan ketika gowes ke Prambanan, Yogyakarta.

“Selama di Jogja itu menginap, dan sepeda dibawa dengan mobil. Di sana gowes bareng dengan teman-teman yang lain. Mereka juga bukan dari suatu komunitas,” imbuh Wiwied sembari menyeruput segelas es teh.

Meskipun sedang pandemi, Gowes Penax tidak vakum. Tetap mengeksplore ke tempat-tempat menarik dan mencoba kulinernya.  Mencari spot foto, mencari medan treknya cukup menantang. Pastinya tetap mematuhi protokol kesehatan dengan membawa masker, hand sanitizer, serta berjaga jarak. (mg5/mg8/zal)

Baca juga:  Badan Sehat, Hubungan Antarwarga Rekat

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya