alexametrics

Kerja Bareng, Gowes Bareng

Komunitas Gowes SAMI

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Bersepeda bisa menjadi kegiatan selingan bagi kalangan pekerja. Bukan sekadar untuk olahraga, tetapi juga rekreasi.  Hal ini dilakukan beberapa karyawan PT Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia (SAMI) yang tergabung dalam Komunitas Gowes SAMI.

Gowes SAMI dibentuk oleh individu-individu yang hobi bersepeda dan ingin punya wadah untuk gowes bersama. Salah satu penggeraknya Nurkholis, seorang karyawan senior. Komunitas ini lantas resmi berdiri awal 2020. Sebelum gowes menjadi tren di masa pandemi. Namun, gowes pertama baru mereka lakukan pada 21 Juni 2020. Tujuannya Masjid Kapal Semarang.

Gowes SAMI dipimpin Rizki Riadi Putranto. Anggota yang terdaftar di grup WhatsApp sudah 30 orang. Mereka biasanya gowes saban akhir pekan. Ketika mereka rehat dari pekerjaan.

“Keseharian kami memang bekerja. Tapi kami juga senang bersepeda. Apalagi di tengah pandemi, bersepeda bisa jadi sarana olahraga untuk meningkatkan imunitas,” kata Nurkholis kepada Jawa Pos Radar Semarang Kamis (22/10) pagi.

Baca juga:  Sinergitas Terjaga, Kinerja Optimal

Gowes SAMI lebih sering gowes ke Kendal ketimbang keliling Kota Semarang. Pasalnya, di sana lebih banyak trek alam.  Mereka lebih cocok, ketimbang gowes dengan nuansa perkotaan. Terlebih, para anggota Gowes SAMI menggunakan sepeda gunung.

Meski diisi orang-orang yang sudah hobi bersepeda sejak lama, pesepeda pemula akan disambut ramah. Kata Nurkholis, pesepeda pemula akan dipantau saat gowes. Jika sudah mampu mengikuti, gowes bisa dilanjutkan. Jika belum, akan di-training.

Pengalaman menjadi pesepeda pemula di Gowes Sami sudah dirasakan Tirta Satriawan Maulana. Meski pengalaman pertamanya sedikit berat, Tirta ketagihan juga. Ada banyak hal yang membuatnya terkesan dan merasa senang. Terutama soal solidaritas.

“Dulu awal-awal gowes, saya yang jadi patokan. Kalau saya capek, berarti semua capek. Kalau saya lapar, berarti semua lapar. Habis gowes pertama, saya bilang nggak mau lagi. Tapi pas diajak ya ujung-ujungnya mau lagi,” kata Tirta.

Baca juga:  Gowes ala Nenek-Nenek di Semarang, Selalu Bawa Bekal di Keranjang Depan

“Seru. Apalagi kan sudah capek kerja. Butuh refreshing. Nah, gowes bisa jadi alternatif. Bikin sehat dan nggak bikin polusi,” imbuhnya.

Hal yang menyenangkan bagi Tirta, usai gowes mereka selalu punya cerita untuk diperbincangkan di tempat kerja. Cerita, yang kata Nurkholis, membuat hubungan antarkaryawan semakin erat. Begitu pula dengan para atasan. Gowes SAMI mempersempit sekat dalam struktur organisasi perusahaan.

“Dengan manajer yang dulu nggak pernah ngobrol, gara-gara gowes akhirnya ditanya dan punya bahan obrolan,” kata Nurkholis.

Selain itu, gowes juga membuat para anggota Gowes SAMI belajar mengelola waktu. Pasalnya, dengan menyelipkan agenda gowes, mereka mau tak mau harus bisa membagi waktu untuk gowes, pekerjaan, dan keluarga.

Gowes SAMI pun berkomitmen untuk terus gowes. Kontinuitas akan mereka jaga. Jargonnya “kerja formalitas, gowes rutinitas”. Agenda gowes tidak boleh berhenti. Apalagi mereka sudah bikin jersey. Kata Rizki, meski tidak bisa gowes di akhir pekan, mereka akan tetap gowes di lain hari.

Baca juga:  Refresh Pikiran sambil Menikmati Keindahan Alam

Lebih lanjut, para anggota Gowes SAMI berharap agar pemerintah lebih memperhatikan pesepeda. Mulai dari menyediakan lebih banyak lintasan sepeda hingga kantong-kantong parkir sepeda di tempat umum. Mereka ingin sepeda mendapat atensi yang sama seperti kendaraan lain. (cr3/lis/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya