alexametrics

Makin Menjanjikan, Bisnis Preloved Bisa Raup Untung Rp 8 Juta Sebulan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Saat ini berburu barang bekas menjadi tren tersendiri bagi kalangan milenial terutama untuk barang fashion seperti pakaian dan sepatu. Apalagi barang yang memiliki brand ternama  menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli.

Tren berburu barang bekas biasa oleh milenial disebut preloved. Preloved diambil dari kosakata bahasa Inggris memiliki arti barang yang sebelumnya pernah dimiliki dan akan berpindah tangan kepada orang lain.

Tak hanya itu, barang dengan kondisi layak pakai, bagus dan bersih menjadi syarat utama dalam menjual barang preloved. Adanya preloved ini dapat menguntungkan kedua belah pihak, dimana penjual bisa memperoleh keuntungan dan pembeli bisa memperoleh barang dengan harga yang terjangkau namun dengan kualitas yang baik.

Baca juga:  2022, Tiga Zodiak Ini Diprediksi Bakal Bahagia

Menurut Kaila Zahra salah satu peminat barang preloved mengaku lebih suka barang preloved seperti crewneck, hoodie, kemeja karena kebanyakan yang dijual itu brand terkenal,”Harganya terjangkau serta kualitasnya juga bagus,” katanya.

Banyaknya peminat barang preloved ini dimanfaatkan sebagai ladang bisnis bagi sebagian orang. Salah satu pelaku bisnis barang preloved Asaniyatun Nisa Ibad yang juga Owner Preloved Branded Semarang. Wanita yang akrab disapa Asaniya mulai berbisnis preloved pada tahun 2020.

“Aku pribadi suka banget fashion dan suka gonta-ganti baju. Dari situlah baju banyak banget. Nah akhirnya aku jualin baju pribadiku awalnya, ternyata banyak yg suka dan nungguin, jadi aku mikir sepertinya ini bisa jadi peluang usaha. akhirnya aku beraniin diri buat ambil baju bekas per ball untuk dijual sampe sekarang,” bebernya.

Baca juga:  Ian Andrew Gillan Ungkap Kesan Pertama Pimpin Latihan PSIS

Disisi lain bisnis preloved dinilai sangat menjanjikan. Asaniya dapat meraup keuntungan sebesar Rp 8 juta per bulan hanya dengan berjualan barang preloved.

“Kalau omzet paling sedikit itu kurang lebih Rp 4 juta, sejauh ini yang paling besar itu satu bulan kurang lebih bisa sampai Rp 8 juta, karena saya sendirian dalam menjalankan bisnis ini dan belum ada yang membantu. Mungkin kalau ada yang membantu bisa lebih dari itu,” terangnya.

Di era yang serba digital dengan hadirnya media sosial seperti Instagram, Facebook, WhatsApp, TikTok dan platform belanja online seperti Shopee, Tokopedia, BukaLapak turut memudahkan pelaku bisnis preloved untuk menjual produknya.

Tak hanya itu, target pasar yang juga generasi Millenial dapat dengan mudah mengakses informasi penjualan preloved hanya dengan menggunakan smartphone.

Baca juga:  Quad Sakate, Sepatu Roda Klasik yang Lahir Kembali

Bisnis preloved nyatanya masih eksis sampai sekarang dan semakin banyak peminatnya terutama millenials yang suka dengan fashion dan hobi menunjukan OOTD (Outfit of The Day). Mereka bisa bergaya walaupun dengan barang preloved yang harganya terjangkau. (mg7/mg9/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya