alexametrics

Pole Dance bukan Striptis!

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Saat ini, pole dance menjadi salah satu jenis tarian yang mulai digemari masyarakat. Itu karena stigma negatif tentang pole dance sudah menyurut.

Agnes Indah Swandayani, salah satu penari pole dance asal Kota Semarang mengatakan, sebelumnya pole dance memiliki makna negatif ketika didengar oleh telinga masyarakat. Padahal, pole dance memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan. Di antaranya, untuk pembentukan otot, pembentukan tubuh, dan melenturkan tubuh.

“Karena pole dance ini menarinya menggunakan tiang ya, mungkin banyak orang menganggap bahwa tarian ini seperti tari striptis. Yang cenderungnya enggak pakai baju gitu. Padahal pole dance itu enggak begitu,” terang Agnes kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ketertarikan Agnes dalam dunia pole dance dimulai sejak 2019. Terlebih pada waktu itu, banyak artis Indonesia yang juga memiliki minat di bidang yang sama. Karena di Semarang belum ada tempat khusus atau tempat kursus pole dance, Agnes pun belajar tarian itu di Surabaya.

Baca juga:  Konten Spot Mancing Ekstrem di Dam Ijo, Dam Merah, dan Dam Tahu Paling Banyak Ditonton

“Sebelumnya background saya itu menari sejak kecil. Dan sebelum kerja kantoran gini, saya juga koreografer. Itu alasan yang bikin saya mantep banget terjun ke pole dance,” jelasnya.

Saat ini, pole dance bagi Agnes tak sekadar hobi. Ia juga berusaha mendalami seluk-beluk tentang tarian itu. Tak hanya perempuan, pole dance juga bisa dilakukan oleh laki-laki. Bahkan, sangat memungkinkan laki-laki bermain pole dance karena memiliki otot yang kuat. Itu membuatnya lebih mudah menguasai teknik pole dance.

Mempelajari pole dance tentunya tidak gampang. Ada beberapa tantangan dan risiko yang harus dihadapi. Tetapi bagi Agnes, hal itu memang sudah harus dilaluinya. Karena tidak ada hal yang instan. Semuanya butuh proses untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Baca juga:  Mengayuh Papan Luncur ala Punggawa Divisi Tiang Salatiga

Diakuinya, selama latihan pole dance, Agnes belum pernah cedera. “Selama ini belum pernah cedera dan semoga tidak pernah. Paling pas awal-awal latihan teknik itu memar-memar. Karena kulit kan langsung nempel di tiang pole nya. Jadi memang itu yang membuat bagian tubuh seperti lengan dan paha memar. Itu cukup sakit sih, tetapi bagi saya itu nagih,” jelas wanita kelahiran 1989 ini.

Untuk itu, menari pole dance membutuhkan mental dan kesiapan yang kuat. Jika tidak kuat dengan rasa sakit dan memar, biasanya akan kapok dan berhenti latihan pole dance. Adapun antisipasi rasa sakit itu, Agnes biasanya melakukan pemanasan dengan serius. Itu untuk membuat ototnya lebih lentur dan mengurangi risiko cedera.

Baca juga:  Belajar Kesabaran dan Mencintai Alam melalui Makro Fotografi

Kendati begitu, Agnes berharap banyak orang yang berminat menari pole dance. Ia juga akan mendirikan kelas pole dance pada Desember ini. Selain itu, ia ingin menggiatkan pole dance di Kota Semarang. Agnes juga biasa membagikan gerakan-gerakan pole dance-nya melalui akun instagram @agnes_indah. “Pole dance ini juga gak ada ketentuan umur. Yang penting kondisi badannya masihfvit, semuanya bisa belajar pole dance,” tandasnya. (dev/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya