alexametrics

Tampang Garang tapi Tak Agresif

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Memiliki tampang garang namun tak agresif. Sifatnya cenderung kalem. Warnanya eksotis. Iguana bisa menjadi alternatif hewan peliharaan bagi kalian pecinta reptil.

Iguana merupakan jenis kadal yang tergabung dalam faimili Iguanidae. Ciri khususnya adalah tampang yang garang dengan jengger atau duri, mirip seperti naga kecil.

Sedikitnya ada 45 spesies iguana di dunia. Namun di Indonesia ada dua jenis Iguana yang paling tersohor, yakni iguana Kolombia dan Elsavador.

“Hewan ini termasuk herbivora (pemakan tumbuhan), cocok dipelihara karena karakter hewan iguana ini lebih kalem dan anteng,” kata Agus Istiawan, penghobi sekaligus keeper iguana asal Semarang.

Wawan Gethuk-sapaan akrabnya-menjelaskan, hewan mirip naga ini memiliki warna yang menarik. Size-nya pun cukup besar, bisa mencapai satu meter lebih. Jenis Kolombia, bahkan menjadi jenis iguana yang paling jinak dan bisa mengenali pemiliknya.

“Kolombia ini lebih kalem, biasanya warnanya hijau, ada juga yang merah. Sementara jenis Elsavador lebih aktif, warnanya lebih ke merah. Namun saat ini sudah ada persilangan antara keduanya,” terang Wawan.

Ciri secara umum, bodi iguana Kolombia lebih panjang dan memiliki warna yang gelap. Jika sudah berusia dewasa, jenis ini memiliki jengger atau dwaalp yang membuatnya nampak garang.

“Dari segi harga, Green Kolombia biasanya lebih mahal dari pada Elsavador. Namun balik lagi penilaiannya adalah ke bentuk tubuh, postur, dan kecerahan warna,” ucapnya.

Saat ini memiliki atau memelihara iguana bisa menjadi hobi yang mewah. Bayangkan saja, untuk baby atau umur sekitar tiga bulan, iguana sudah dihargai Rp 1 jutaan. Itu pun tergantung proporsi tubuh dan warna yang dimiliki iguana itu sendiri. Untuk yang sudah dewasa, panjangnya bisa mencapai 1,6 meter harganya pun tergolong wah, bisa di atas Rp 6 jutaan.

“Ada lagi warna lain, seperti biru, albino, albino red, albino yellow, dan snow. Yang putih bersih seperti salju harganya bisa mencapai belasan juta,” imbuh Gethuk.

Wawan sendiri cenderung dikenal di kalangan pecinta iguana sebagai keeper iguana red. Jenis ini terkenal sebagai hewan yang sulit dijinakkan. Terlebih proses mutasi warna dari iguana red butuh ketelatenan yang ekstra, agar warna merah pada kulit iguana bisa sempurna.”Proses mutasi warnanya pelan-pelan, mulai dari hijau, hitam, cokelat, kuning merah, dan merah. Jika mutasi warnanya nggak sempurna iguana red cenderung hitam,” katanya.

Pakan dan sinar matahari punya pengaruh penting untuk mutasi warna dan pencernaan makanan. Jika tidak mendapatkan matahari, iguana rawan sakit dan warnanya pudar. Namun jika terlalu lama dijemur, warna merah yang dihasilkan bisa over dan membuatnya kusam.

Wawan menjelaskan, dari segi perawatan, iguana perlu treatment dengan direndam air hangat yang sudah diberi anti-biotik ataupun rendaman daun sirih. Treatment ini agar iguana tidak terkena jamur kulit. “Kelembaban kandang juga harus dijaga, karena iguana hidup di tempat kering. Idealnya sebagian kandang ditutup kain, sehingga jika sudah merasa panas iguana bisa berteduh,” paparnya.

Bagi yang ingin memulai atau mencoba memelihara iguana, disarankan untuk mencoba green iguana dari umur yang kecil. “Saran saya lebih bagus menggunakan kandang jeruji, karena sirkulasi udaranya lebih bagus dibandingkan aquarium kaca atau akrilik,” pungkasnya. (den/zal)

 

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya