alexametrics

Perjalanan Bisnis 19 Perempuan selama Pandemi Tertuang dalam Estri

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangKisah perjalanan bisnis dari 19 pengusaha perempuan di Jawa Tengan dikemas dalam sebuah buku berjudul Estri oleh penulis Fuad Adi. Buku yang dicetak hanya 300 eksemplar ini, menceritakan pengalaman para pengusaha yang terdampak Pandemi Covid-19, saat pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan sosial.

Fuad Adi penulis buku Estri menjelaskan, ide penulisan buku muncul ketika ia memiliki niatan untuk berbagi cerita pengalaman para pengusaha menghadapi pandemi. Cara bagaimana bisa bertahan dan pilihan yang dilakukan untuk keluar dari masa sulit.

“Hasilnya diketahui jika berbisnis tidak hanya soal provit, tetapi ada misi hidup yang melatarbelakangi dan menjadi basic mereka menempuh jalan sebagai pengusaha,” katanya saat melakukan tasyakuran launching buku di Wisma Thersia, Ungaran, Rabu (6/1/2021).

Baca juga:  PKB Mantap Dukung Hendi-Ita, AA Daftar ke KPU Wonosobo 4 September

Ia menyebutkan, proses untuk membuat buku mencari perempuan yang menjalankan usaha sendiri, ibu rumah tangga dan punya peranan penting di keluarga. Contohnya adalah Syanaz pemilik Rorokenes, Poppy pemilik Khoja Resto, Tanti pemilik Mie Jogja Sundoro, dan Novi pemilik Abon Cap Koki.

“Saya coba gali pengalaman mereka melalui interview, dan diskusi sejak April lalu. Dari situ saya gali lagi dengan harapan perjalanan mereka menemukan makna dalam berbisnis lebih bisa tersampaikan kepada lebih banyak orang. Prosesnya sendiri berjalan sembilan bulan,” bebernya.

Menurutnya, kisah para pengusaha ini bukanlah success story, melainkan menceritakan kisah tentang ruh yang melingkupi kelahiran sebuah bisnis dan pilihan hidup. Selain itu juga makna hidup, tentang perubahan penting bagi diri dan lingkungan untuk mempengaruhi orang sekitarnya menjadi lebih baik.

Baca juga:  Terdampak Korona, Anggaran Renovasi Pasar Pingit Berkurang

“Harapannya, satu kelebihan ini bisa menerapkan bisnis serta menjadi insiator di lingkungan terdekat, karyawan dan memberikan motivasi kepada orang sekitar,” tambahnya.

Fuad mengaku, buku tersebut ditutilis tidak untuk profiling sebagai kebutuhan marketing atau banding. Menurutnya, condong kepada pengungkapan kejujuran diri mengenai misi hidupnya dalam berbisnis.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu yang menjadi narasumber melalui Zoom menerangkan, para pelaku usaha ini bisa menjadi contoh UMKM, sebagai panutan dan insipirasi perempuan yang ada di Semarang. “Karena saat musibah pandemi mereka bisa bertahan dengan semangat dan melakukan kreasi. Sehingga bisa menghasilkan karya yang luar biasa,” tambahnya. (den/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya