alexametrics

Karakter Warna Kamera Analog yang Tak Bisa Tergantikan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Keberadaan kamera analog memang tergeser oleh kamera digital. Namun, sebagai alat dokumentasi dan mengabadikan momen, kamera ini masih digandrungi para fotografer.

Bagi penghobi fotografi, peralatan kamera analog memang cukup banyak. Barangnya pun semakin langka. Apalagi roll film sudah jarang diproduksi, ditambah biaya mencuci film yang juga mahal.

Kendati harganya cukup menguras kantong, tak membuat ciut pecinta kamera ini. Salah satunya Yudhatama, anggota Komunitas Fotografi Hunting Pasar. Ia menjadikan kamera analog sebagai kamera utama menggantikan kamera digital.

Yudha menilai, kelebihan kamera analog terletak pada sisi keteraturan dan disiplin pengguna untuk menangkap momen menjadi karya seni visual. Penting, ketika menggunakan kamera analog semua hal dasar fotografi sangat diperhitungkan. Berbeda dengan kamera digital.“Misalkan kita tidak puas dengan hasilnya kita bisa langsung bisa hapus saja itu fotonya, hal tersebut tidak bisa kita terapkan di kamera analog,” jelasnya.

Baca juga:  2022, Tiga Zodiak Ini Diprediksi Bakal Bahagia

Ia harus menunggu beberapa step. Hasil bidikan juga tidak bisa ditunggu 1 detik setelah memencet shutter kamera. Karena itulah keteraturan dan disiplin dalam mengambil momen sangat penting.

Bagi Yudha, bagian paling asyik adalah adanya element of surprise ketika melihat hasil foto. Yaitu, bagaimana warna yang dihasilkan. Namun tetap saja, setiap film sudah mempunyai karakter warna masing-masing. Karakter warna inilah yang menjadi kelebihan analog. Dengan begitu, tidak perlu lagi memproses digital untuk mengedit warnanya. Sebab, hasil ‘pembakaran’ negative film sudah menghasilkan karakter tersendiri. “Dan sekarang atau bahkan mungkin sejak kemunculan kamera digital, kiblat dari tone warna itu rata-rata ya dari karakter-karakter warna film di analog itu sendiri,” jelasnya.

Baca juga:  Dikelilingi Orang Baik, Virgo yang Beruntung di Bulan September

Mahasiswa Perfilman di Jogja Film Akademi ini mengaku, secara sederhana memang lebih mudah menggunakan kamera digital. Tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk melihat hasil foto, tidak perlu buang-buang waktu menunggu foto selesai diproses di lab dan pencet shutter.

Meski begitu, dengan menggunakan kamera analog justru bisa mengasah kemampuan fotografer. Selain itu, kamera analog mengajarkan untuk lebih berhati-hati dalam mengambil foto. Karena, dengan jumlah roll film yang tidak banyak, jangan sampai terbuang sia-sia dengan asal motret.

Yudha kebanyakan menggunakan kamera analog untuk melakukan street photography, dan photo-photo yang fun. Tidak untuk memburu momen. Namun, balik lagi ke man behind the gun, setiap orang akan mempunyai kecocokannya masing-masing ketika menggunakan kamera analog tersebut. (ifa/ton/bas)

Baca juga:  Terpesona Abandoned Places

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya