alexametrics

Pelan Tapi Pasti, Trik Yoyo Terus Berkembang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Bagi generasi 90-an pasti sudah familiar dengan permainan yoyo. Bagaimana tidak, hampir sebagian besar mereka menghabiskan masa remaja untuk bermain yoyo. Entah hanya sekadar hobi atau menekuni untuk ikut kompetisi.

Seiring perkembangan zaman, popularitas yoyo pun mengalami pasang surut. Namun bukan berarti perkembangan permainan tertua kedua di dunia tersebut menjadi terhenti. Siapa sangka meski tengah meredup, perkembangan trik yoyo justru mengalami kemajuan. Bahkan lebih sulit dan menantang.

Salah satu pecinta permainan yoyo yang juga pendiri komunitas Lumiyo Semarang, Galih Ageng Pradityo menuturkan, tren permainan yoyo memang kian berkembang. Sekitar 2014 tren permainan hanya sebatas kecepatan. “Bagaimana cara membuat yoyo dapat berputar cepat. Semakin cepat semakin bagus,” tegasnya.

Kemudian di era tahun 2016, pecinta yoyo mulai memikirkan bagaimana menguasi berbagai trik yoyo. Sehingga kecepatan bukan lagi sebagai prioritas. Namun putaran pelan dengan menguasai trik beraneka ragam justru dianggap keren dan menawan.”Beda lagi dengan saat ini. Sekarang pemain yoyo dituntut mampu memutar yoyo dengan cepat tapi tetap wajib menguasai berbagai trik. Jadi lebih sulit dan kompleks,” ujarnya

Baca juga:  Bikin Gemas, di Kafe Ini Kita Bisa Bersantai Sambil Nongkrong Bareng Kucing

Dengan semakin sulitnya menguasai skill, waktu yang dipergunakan untuk meng-upgrade level pada permainan yoyo pun semakin lama. Pasalnya pemula yang dulunya hanya perlu menguasai trik dasar dari kategori 2A (memainkan trik yoyo dengan dua tangan memakai dua yoyo jenis looping). Saat ini harus memulai dari kategori 1A (melakukan trik tali dengan satu yoyo pada satu tangan). Baru setelah itu dapat meng-upgrade kategori. Mulai dari 3A (trik tali dengan dua yoyo), lalu 4A (trik tali yoyo dengan tali terlepas), dan terakhir 5A (freehand ataucounterweight dimana memainkan trik yoyo dengan tali terikat pada bandul).

“Jadi kalau dulu basicnya 2A sudah mencakup 1A juga. Cuma saat ini tepisah. Jadi ya harus menguasai 1 A dulu baru berproses sampai 5A. Lebih lama memang,” imbuhnya.

Baca juga:  Pelaku Wisata Wajib Kantongi CHSE

Meski banyak tantangan, para pecinta yoyo tidak perlu khawatir. Galih menjelaskan banyak elemen yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi hal tersebut. Seperti penggunaan teknologi yang semakin canggih. Saat ini para pecinta yoyo dapat belajar berbagai trik hanya dari menonton video di Youtube atau media sosial lainnya.

Alhasil dimana pun dan kapan pun mereka tetap dapat berlatih. Selain itu komunitas pecinta yoyo juga semakin menjamur di berbagai daerah. Sehingga mereka dapat bergabung dan dapat saling belajar antar sesama anggota.”Jadi semakin kita berkumpul dengan komunitas, maka kita semakin banyak berlajar. Dan tertantang untuk mengasah kemampuan agar tidak tertinggal dengan anggota lain,” katanya.

Selain itu dirinya berpesan bagi siapapun yang akan memulai atau sudah menggeluti permainan yoyo untuk dapat memperkuat motivasi. Karena bagaimana pun permainan yoyo lambat laun pasti semakin banyak tantangan. Maka dari itu butuh motivasi kuat untuk mengupgrade skill.

“Lagipula permainan yoyo juga dapat membantu kita meningkatkan kepercayaan diri (PD) dan kemampuan bersosialisasi. Jadi saya kira ini lebih bagus dan bermanfaat daripada game saat ini yang kebanyakan menggunakan gadget dan menimbulkan ketergantugan,” pungkasnya. (akm/zal/bas)

Baca juga:  Tampil Beda, Ubah BMW e39 528i Jadi Pikap dan Boogie

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya