alexametrics

Tak Sekadar Menikmati Kopi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, INDONESIA merupakan salah satu produsen kopi terbaik di dunia, belum lama ini industri warung kopi pun merajarela. Tempat ngopi, kini menjelma sebagai tempat kumpul komunitas, musisi, sampai mahasiswa yang menyelesaikan tugas ataupun sekedar nongkrong.

Di sekitar Jalan Veteran atau pun Kyai Saleh Semarang misalnya, ada beberapa tempat ngopi yang menawarkan konsep berbeda, salah satunya adalah Foto Kopi yang mencoba mengcreate ekosistem dengan cara masuk kedalam komunitas.

“Menjamurnya kedai atau warung kopi, menjadi atmosfir yang bagus bagi dunia industri kopi. Apalagi masyarakat sekarang, menikmati kopi menjadi sebuah kebutuhan,” kata Bagas Chandra, Barista dari Foto Kopi Semarang.

Menurut pria yang akrab disapa Bagas ini, Foto Kopi mencoba menyesuaikan dengan potensi pasar yang ada. Misalnya outlet yang ada di Kyai Saleh, lebih cocok untuk tempat nongkrong dan ngobrol. “Kalau yang daerah Semarang Timur, lebih ke orang bekerja, untuk yang Tembalang sasaran pasarnya mahasiswa,” jelasnya.

Baca juga:  Cara Merawat Jaket Gunung dengan Benar, Dijamin Awet

Intinya bukan hanya menjadi tempat untuk menjual kopi, namun menjadi wadah atau platform bagi komunitas yang ada di Semarang.  Seperti Jumat (19/10) kemarin, outlet Foto Kopi yang ada di Kyai Saleh, dipadati oleh komunitas game Mobile Lagend. “Kami mencoba membuat mereka nyaman dan betah, serta merasa ada wadah bagi komunitas, jadi bukan hanya menjual kopi saja.  Produk yang dibuat pun mengandalkan kualitas,” bebernya.

Outlet cenderung minimalis dengan konsep outdoor dan indoor dengan konsep monokrom. Untuk area outdoor, bertempat halaman atau taman dengan hiasan tata lampu. Sementara di indoor, ada sebuah sofa, serta beberapa meja dan kursi kayu bagi mereka yang tidak merokok. “Untuk desain kedai kopi saat ini cenderung minimalis, ngga seperti dulu yang indoor dan terkesan formal. Desain santai ini serta homey kini lebih disukai generasi muda, serta dianggap lebih nyaman,” tuturnya.

Baca juga:  Batik Ecoprint, Hasilkan Kain Bermotif Alami dan Ramah Lingkungan

Untuk tempat indoor, memiliki setting dimana pemilik kedai kopi dan penikmat kopi bisa berinteraksi secara langsung tanpa ada sekat. Disini para pengunjung pun bisa melihat secara langsung pesanan yang dibuat, atapun bertanya kepada sang barista untuk sekedar menambah pengetahuan tentang kopi. “Yang dijual adalah suasana, ada interaksi antar pembeli dan penjual. Bisa dibilang ambiance-nya lebih seru. Bukan hanya duduk, menikmati kopi, mainan wifi,” bebernya.

Untuk biji kopi yang digunkaan, lanjut dia, pada dasarnya memiliki kesamaan yakni robusta ataupun arabica. Namun dari segi rasa, olahan kopi yang disajiikan di Kedai Foto Kopi, cenderung lebih balance antara manis, pahit ataupun rasa asam dengan cara blend antara robusta dan arabica serta dipadukan dengan susu. “Manfaat menikmati kopi adalah menambah daya ingat dari kandungan kafein yang ada, plus tenaga dan stamina,” tambahnya.

Baca juga:  Pole Dance bukan Striptis!

Selain konsep yang berbeda, ia mengaku juga coba mengedukasi masyarakat bahwa menikmati kopi, tidak hanya dalam keadaan hangat. Kenikmatan kopi sendiri, bisa keluar dan lebih nikmat jika dinikmati dengan keadaan dingin. Misalnya saja es kopi double booster, es kopi americano, es kopi latte, es kopi mochacino, dan lain sebagainya.“Menikmati kopi ngga harus gini, gitu ataupun harus panas, jadi ngga perlu ada perdebatan. Dengan dinginpun tastenya malah lebih terasa. Kopi sendiri, kini telah menjadi kebutuhan, makin kesini ngopi ya ngopi,” katanya. (Adennyar Wicaksono/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya