Meski jenis restoran, namun WarBun cocok untuk nongkrong. Hal ini didukung dengan konsep tempat yang kekinian dan estetik.
WarBun dimiliki Ido Karunia dan istrinya, Aini. Warung ini berada di Jalan Suratmo. Lokasinya di pinggir jalan, namun restoran ini ada di sisi atas. Parkirnya di sisi jalan, lalu naik melalui tangga.
Kesan sejuk dan tropis sudah terasa saat menapaki tangga. Di sisi kiri, beragam jenis tanaman menyambut.
Dilengkapi dengan kolam ikan kecil. Di sisi kanan, tampak ruang outdoor dengan tulisan besar "WarBun".
Dikatakan Ido, untuk sedikit meredam panasnya Kota Semarang, memang dipasang berbagai tumbuhan di setiap sudut.
Ditambah lagi ada pohon daun lebat yang membuat tempat makan ini semakin terasa adem.
Namun, tak seluruhnya tanaman hidup, untuk menambah aksen lebih estetik, ada beberapa tanaman hias plastik yang turut memperindah.
Ada berbagai jenis meja kursi makan. Untuk outdoor, meja dibagi-bagi di beberapa bagian. Ada yang meja kursi full kayu, sofa, dan lesehan.
Sementara, untuk indoor-nya konsep ruangan lebih lembut. Berbagai aksesoris dinding dan meja yang di pasang estetik dan kekinian.
Di antaranya terdapat macrame dengan bentuk yang unik-unik. Apalagi cat ruangan berwarna putih, biru muda, dan merah muda, menambah kesan lebih estetik.
Cocok untuk berswafoto ala instagramable. Tenang, meski cuaca panas tapi ruangan indoor selalu dingin karena dipasang air conditioning (AC).
"Memang sengaja dibanyakin tanamannya untuk meredam panasnya Semarang, kita padukan dengan konsep estetik. Ya menyesuaikan tempat juga karena tidak terlalu besar," ucapnya pada Jawa Pos Radar Semarang.
Ido mengungkapkan, WarBun ini pada dasarnya menyasar keluarga. Hal itu selaras dengan menunya.
Namun, seiring berjalannya waktu, customer yang berkunjung majemuk. Mulai remaja, mahasiswa, hingga pegawai. Untuk itu, ia menambah beberapa menu agar dapat memenuhi layanan.
Seperti minuman yang semula menyediakan kopi, teh, susu, jus, shake, lalu ditambah kekinian seperti moctail maupun mojito.
Karena tempat yang tampak estetik ini, banyak masyarakat yang mengira harga menu mahal. Padahal, cukup menghemat kantong.
Mulai dari Rp 12 ribu saja. Adapun menu masakan nusantara yang terfavorit yakni lontong mi aceh, tomyam, hingga lupis.
"Pada dasarnya restoran keluarga ya, tapi market-nya semua. Keluarga yang mau makan nyaman. Mau nongkrong juga oke,"
Ido menyatakan, restoran miliknya ini acapkali di pakai untuk meeting, acara ulang tahun, bahkan pernikahan. Sementara jam operasional paling ramai mulai pukul 18.00 WIB. (ifa/ton)
Editor : Baskoro Septiadi