Salah satunya lumpia burger. Memadukan makanan western dan lokal membuat lumpia burger banyak diburu pecinta kuliner.
Lumpia burger berbeda dengan lumpia pada umumnya. Mulai dari bentuk dan isiannya. Satu lumpia burger disusun empat kulit lumpia yang dibentangkan, lalu ditumpuk sayuran.
Seperti sawi putih dan jagung. Selain itu ditambah makaroni, burger sapi atau ayam, dan saus. Bagi yang tidak suka daging, ada juga isian salad.
Bentuknya burger. Keunikannya ada di taste. Saat mencicipinya rasanya berbeda jauh dengan lumpia. Karena ada sausnya yang menambah cita rasa unik. Membuat makanan ini banyak diburu pecinta kuliner. Terutama kalangan milenial.
Inovasi kuliner dilakukan agar diminati banyak orang. "Kalau rebung tidak semua orang doyan. Jadi kulitnya lumpia, isiannya burger. Ini menyesuaikan anak-anak muda,” kata pencetus Lumpia Burger Fajar Hudoyo dan kedua team owner Lumpia Burger Simpang Lima.
Ia menambahkan, ide lumpia burger dari coba-coba. Kebetulan mereka suka inovasi kuliner. Setelah melakukan berbagai percobaan akhirnya tercetus dengan cita rasa yang cocok di lidah. Lumpia dipilih karena merupakan makanan khas Semarang.
“Nah kami mengulik dan memadukan lumpia dengan hal modern yang disukai kalangan muda, yaitu burger. Jadilah lumpia burger,” ujarnya.
Lumpia Burger Simpang Lima berdiri Juli 2022. Saat ini sudah mempunyai 11 cabang di Semarang dan juga Jogjakarta. Rasa dan saus dari lumpia burger inilah yang yang menjadikan makanan ini unik.
Jajanan ini hampir sama seperti kebab dan burger, yaitu untuk mengganti makanan berat dengan harga yang murah dan terjangkau.
“Kalo keunikannya sih ada di tastenya. Sebagai jajanan buat temen-temen yang mau makan tapi tidak mau terlalu kenyang, ya pas buat pengganti makanan berat,” ujarnya.
Lumpia burger banyak diminati kalangan muda. Seperti anak sekolahan hingga mahasiswa, serta pekerja yang usianya masih relatif muda. Sesuai dengan pasarnya, dijual dengan harga terjangkau. “Mulai Rp 7.000 hingga Rp 13.000,” akunya.
Untuk memulai usahanya, ia mengaku bukan persoalan mudah. Harus mempromosikan makanan khas dengan sajian berbeda. Berkat kerja keras dan usaha akhirnya membuahkan hasil. Lumpia burger mulai banyak diburu pecinta kuliner. Khususnya di Kota Semarang.
“Sudah berjalan setengah tahun, sekarang per hari bisa menjual 40 hingga 50 biji lumpia burger. Kalua pas weekend, bisa mencapai 90 lumpia burger,” akunya. (mg24/mg25/fth) Editor : Agus AP