Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tips Memasak Daging Kurban agar Empuk dan Lezat dari Chef Hotel Berbintang

D
Olahan daging kambing harus dimasak dengan cara khusus agar lezat saat disantap. DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG
Olahan daging kambing harus dimasak dengan cara khusus agar lezat saat disantap. DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID - Momen Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban. Masyarakat kerap memanfaatkan momen ini untuk bereksperimen dalam mengolah daging kurban.


Advertisement

Hal itu karena mengolah daging kurban terutama kambing, bisa menjadi tantangan tersendiri. Karena daging memiliki tekstur yang bisa keras dan bau yang khas.

Masyarakat tidak perlu khawatir. Executive Chef Hotel Novotel and Ibis Budget Semarang, Wahidin, membagikan tips memasak daging kambing agar hasilnya empuk, lezat, dan tidak berbau prengus.

Advertisement

"Jadi sebelum diolah, daging kurban kambing atau sapi itu direbus atau di blanching," terang Chef Wahidin saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (15/6).

Kemudian, ditambah sedikit rempah. Seperti jahe, sereh, daun salam, hingga bawang putih. Hal ini untuk mengurangi aroma prengus pada daging.

"Yang paling penting masaknya harus pakai rempah yang kenceng dan berani. Ini berlaku untuk daging kambing maupun sapi," jelasnya.

Advertisement

Proses blanching penting dilakukan agar daging kurban tidak bau prengus. Dalam perebusan dengan metode ini, daging kambing bisa dimasukkan ke air mendidih yang sudah dicampur dengan bumbu rempah. Prosesnya tidak terlalu lama. Hanya 2 menit saja.

"Proses ini untuk menghilangkan kotoran juga darah di daging. Air rebusan itu tidak boleh digunakan lagi. Harus dibuang," terang Executive Chef di Citrus bar and restaurant Novotel.

Wahidin mengatakan, melalui proses perebusan daging bisa bertahan lama tergantung penyimpanannya. Kemudian, daging bisa diolah berbagai macam masakan sesuai selera masyarakat.

Chef Wahidin juga memberikan rekomendasi terkait pengolahan daging. Biasanya, masyarakat kerap memasak daging kurban untuk dibuat sate. Itu karena lebih mudah dilakukan dan tidak terlalu repot.

Dalam hal ini, Chef Wahidin membagikan tips untuk memasak daging kurban menjadi Kari Kambing dan Roti Jala.

Masakan ini biasanya menggunakan bumbu kuning dan bumbu kari. Masyarakat juga bisa menggunakan bumbu kemasan. Menu masakan kari juga identik dengan aroma jintan, ketumbar, dan pala.

"Kemudian ada bumbu wajib seperti bawang putih dan bawang merah. Tapi masyarakat bisa mengolah daging kurban sesuai seleranya," tuturnya.

Menu olahan daging lebih cocok dengan minuman jus buah. Hal itu untuk menetralkan protein tinggi hewani di dalam tubuh.

Menu olahan daging juga cocok disandingkan dengan Bosque cheesecake with milk tea maupun Bosque cheesecake with salted marshmallow. "Itu merupakan menu yang cocok untuk pencuci mulut," tambahnya. (dev/fth)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Idul Adha 1447 Hijriyah, DPC PDIP Demak Bagikan Daging Kurban untuk Warga

Idul Adha 1447 Hijriyah, DPC PDIP Demak Bagikan Daging Kurban untuk Warga

Ketua DPC PDI Demak, H Fahrudin Bisri Slamet mengatakan, pihaknya bersyukur lantaran tiap tahun bisa menunaikan ibadah kurban saat Hari Raya Idul Adha.

SCCR Indonesia Distribusikan Ratusan Paket Kurban untuk Masyarakat

SCCR Indonesia Distribusikan Ratusan Paket Kurban untuk Masyarakat

Kegiatan yang berlangsung di kawasan SCCR Indonesia, Nongkosawit, Gunungpati, Semarang ini menjadi momentum perusahaan untuk berbagi keberkahan dengan masyarakat sekitar.

LDII Semarang Sembelih 349 Sapi dan 131 Kambing, Daging Kurban Dibagikan untuk Dhuafa

LDII Semarang Sembelih 349 Sapi dan 131 Kambing, Daging Kurban Dibagikan untuk Dhuafa

LDII Semarang Sembelih 349 Sapi dan 131 Kambing, Daging Kurban Dibagikan untuk Dhuafa

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer