alexametrics

Bulan Ramadan dan Pendidikan Islam

Oleh : Syaefudin Achmad

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BULAN Ramadan adalah bulan mulia. Hal ini karena banyak peristiwa penting, seperti turunnya Alquran (nuzulul quran), kemenangan umat Islam di perang badar, serta yang lain. Selain itu, Allah SWT menjanjikan pahala yang berlipat ganda untuk amal ibadah yang dilakukan oleh umat Islam.

Bulan Ramadan adalah bulan penuh keberkahan. Keberkahan bulan Ramadan bisa dirasakan oleh setiap orang, tidak hanya umat Islam, tapi juga non muslim. Sebagai bukti, berbagai produk dan usaha yang dimiliki oleh non muslim menjadi laris manis selama bulan Ramadan.

Keberkahan bulan Ramadan juga melingkupi berbagai bidang. Sektor ekonomi menjadi bidang yang sangat terpengaruh dari bulan Ramadan. Kegiatan ekonomi masyarakat khususnya umat Islam meningkat pesat selama Ramadan, baik untuk belanja kebutuhan selama berpuasa, maupun kebutuhan Lebaran.

Bidang pendidikan Islam juga mendapat berkah yang cukup besar dari bulan Ramadan. Kegiatan pendidikan Islam begitu gencar dilakukan oleh umat Islam baik di lembaga pendidikan formal, non formal, maupun informal. Proses pendidikan Islam selama bulan Ramadan benar-benar meningkat drastis dibanding bulan-bulan lainnya.

Baca juga:  Kiai Chudlori Tinggalkan Empat Wasiat untuk Para Santri API Tegalrejo

Di lembaga pendidikan formal, baik sekolah umum yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan-Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) maupun madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), kegiatan pesantren kilat untuk para peserta didik terus dilanggengkan selama bulan Ramadan. Peserta didik dibekali tambahan pengetahuan ajaran Islam. Selain itu, ditambah mekanisme penugasan yang menuntut peserta didik untuk aktif beribadah selama bulan Ramadan. Sehingga benar-benar efektif dalam membina dan menanamkan nilai-nilai ajaran Islam ke dalam diri peserta didik.

Di perguruan tinggi, baik perguruan tinggi umum maupun perguruan tinggi agama tak luput ikut menggelar banyak kajian ajaran Islam selama bulan Ramadan, baik dalam bentuk seminar, kuliah umum, maupun pengajian umum di masjid kampus. Universitas Gadjah Mada (UGM), sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia rutin menggelar pengajian umum di masjid kampus dengan pembicara dari berbagai bidang dan disiplin ilmu. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Salatiga juga rutin menggelar pengajian umum sekali seminggu selama bulan Ramadan untuk para dosen dan karyawan.

Baca juga:  Gandeng IAIN, Rutan Salatiga Tingkatkan Kualitas Pembinaan Napi

Di lembaga pendidikan formal seperti pesantren dan TPQ, kegiatan mengkaji ajaran Islam terus ditambah dan diperpadat kuantitas dan kualitasnya. Kegiatan seperti tadarus Alquran, mujahadah, istighotsah, serta lainnya terus ditingkatkan. Para santri benar-benar disibukkan dengan kegiatan mengkaji ajaran Islam dan beribadah.

Di lingkungan masyarakat, kegiatan pendidikan Islam turut bergairah selama Ramadan. Masyarakat yang selama ini sibuk bekerja dan tak sempat ikut pengajian merasa perlu untuk mendengarkan ceramah dan pengajian yang biasanya rutin dilaksanakan setelah salat tarawih dan salat subuh, serta menjelang berbuka.

Di lingkungan keluarga, kesadaran para orang tua terhadap pendidikan agama untuk anak-anaknya meningkat. Anak-anak diminta untuk aktif mengaji dan banyak melakukan ibadah selama bulan Ramadan.

Baca juga:  Selalu Ramai Jamaah, Masjid Agung Kauman Semarang 52 Tahun Gelar Kajian Tafsir Alquran

Di TV, media sosial, Youtube, dan lainnya, konten-konten bernuansa Ramadan banyak ditayangkan. Hal ini menjadikan masyarakat menjadi semakin mudah mengakses kajian-kajian Islam. Untuk masyarakat yang sibuk dan tidak sempat mendengarkan ceramah di masjid, maka TV, media sosial, serta Youtube bisa menjadi alternatif.

Walhasil, dapat disimpulkan bahwa bulan Ramadan benar-benar memberikan berkah atau kontribusi positif yang cukup besar dan signifikan terhadap pendidikan Islam. Meskipun hanya berlangsung sekitar 29-30 hari, keberadaan bulan Ramadan harus disyukuri karena memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap pendidikan Islam. (*/ida)

Dosen FTIK IAIN Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya