alexametrics

Jamaah Gayeng, Selingi Dakwah dengan Guyonan

Pendakwah Muda Berdedikasi Membumikan Islam (2-Bersambung)

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Gus SH atau Sholihul Hadi mempunyai cara unik untuk berdakwah. Ia menyelingi materi dakwah dengan guyonan. Menggunakan metode stand up comedi. Jamaah gayeng dan bisa menerima semua pesan yang disampaikan.

Ia sudah berdakwah sejak tahun 2001. Sekarang selain aktif dalam beberapa organisasi keagamaan juga sebagai guru Agama Islam di SMK Negeri 1 Semarang dan Ketua Lembaga Takmir Masjid (LTM) MWC NU Kecamatan Genuk.

“Kalau pertama dakwah sejak di Madrasah Aliyah Futuhiyah 1. Sudah mengajar kitab kuning,” kata Sholihul Hadi.

Sementara untuk dakwah kepada masyarakat dimulai tahun 2010. Mulai dari warga di RT 6 RW 2 Karangroto dengan memberikan kajian agama. “Saat itu masih tinggal dengan orangtua. Setelah menikah tahun 2009 saya menjadi ketua takmir musala,” ujarnya.

Baca juga:  Berdakwah Santun, Prihatin Kemerosotan Moral dan Iman Milenial

Guru agama SMK Negeri 1 Semarang mengaku berdakwah lebih mudah dengan anak-anak muda atau milenial. Karena merasa lebih enak dan gambang berdiskusi. Tetapi ketika bertemu dengan orang-orang yang lebih tua ia harus mencari cara. Tidak boleh monoton. Akhirnya ia mulai berdakwah dengan diselingi candaan dan hiburan.

Pernah saat berdakwah mengisi materi akademisi dan serius. Lalu ia disindir panitia. Jangan terlalu serius dan lucu. Lalu ia saya belajar stand up comedy. Memberikan ceramah dengan santun, tidak terlalu keras, enjoy, dan diselingi dengan lucu. Meski begitu, sesekali ia pernah dikomplain karena ceramah dengan komedi. Candaan menjadi ciri khas Gus SH adalah dimulai salam secara lucu. “Misal gini, jamaah sini sregep-sregep, tapi kok ora pahaman ya. Niki materine nopo bu?,” jelasnya.

Baca juga:  "Ya Wis Yen Kabeh Ngurusi Santri Enom-Enom, Aku Tak Ngurusi Santri Sing Tuwa-Tuwa”

Sekretaris LDNU PCNU Kota Semarang juga menyelingi ceramah dengan salawatan. Terutama pengajian umum yang banyak ibu-ibunya. Ia mempersiapkan semua materi dan dalilnya. Setelah itu, dikombinasi dengan kisah-kisah inspiratif, lelucuan, dan salawat. “Kalau seperti itu, mau bicara dua jam tidak habis-habis dan itu masih kurang,”

Gus SH juga kerap mengisi ceramah di MAJT dan RRI. Selain itu berdakwah di Semarang, Demak, Kendal dan Grobogan. Sekarang mulai mengembahkan dakwah di kanal youtube. Biasanya mengupload video dakwah berdurasi lima sampai 10 menit, streaming kegiatan dakwahnya, dan video kiyai lainnya. “Ya sekarang era youtube jadi kita juga harus menyesuaikan cara berdakwah,” tambahnya.

Selama Ramadan, kegiatan berdakwah lebih banyak di lingkungan sekitar. Waktu keluarga lebih banyak. Apalagi, selain berdakwah ia harus tetap mengajar agama di SMK Negeri 1 Semarang. “Dakwah memang sudah jalan hidup,” tambahnya.

Baca juga:  Makam Ki Ageng Pandanaran Jadi Jujukan Para Wali Kota dan Bupati

Sholihul Hadi tak pernah bosan memberi pesan kepada masyarakat dan anak-anak milenial. Agar selalu belajar dan membelajarkan, terutama ilmu agama. Hidup ini dinamis, hari ini belajar, besok mengajarkan. Pagi ini belajar, siang membelajarkan, malam mempelajari, hari berikutnya kita mendengarkan, dan berputar.

“Tidak boleh kita mengajar saja, kita harus belajar menggali ilmu dari kiyai lain. Kita pelajari isinya apa, dan kita sampaikan agar bisa bermanfaat untuk masyarakat,” tambahnya. (fgr/fth)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya