alexametrics

Ramadan sebagai Pembuktian Cinta dan Komunikasi Intensif Kepada Sang Khalik

Oleh : Marwanto M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, RAMADAN merupakan keberkahan bagi umat muslim di dunia. Bulan suci Ramadan ibarat hujan yang sudah dinanti-nantikan oleh umat muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Datangnya membawa kesegaran dan hadirnya memberikan kesejukan. Hal itu terbukti, semua orang seperti dikomando berubah menjadi lebih religius dengan sendirinya. Mereka rela dan bersepakat untuk menyambut kehadirannya.

Ramadan adalah bukti cinta Allah kepada manusia. Sebagai buktinya, Allah memberikan surat cinta dalam surat Al-Baqarah ayat 183 kepada manusia. “Wahai orang-orang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” Bulan Ramadan dihadirkan oleh Allah sebagai hadiah agar manusia mendapatkan predikat mukmin yang bertaqwa.

Sudah tentu bagi mereka yang mau berkomunikasi intensif dengan Allah. Orang-orang yang mempunyai kesadaran, kesabaran, dan semangat untuk dapat dekat dengan sang pencipta selama bulan suci Ramadan. Kehidupannya selalu bernafaskan ibadah dan kesehariannya senantiasa dihiasi dengan kalimat-kalimat tauhid.

Pada hakikatnya bulan Ramadan bagi manusia adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan dengan Allah. Hubungan itu bisa dilakukan dengan cinta dan komunikasi yang intens selama Ramadan. Berbagai upaya dilakukan umat muslim untuk dapat meraih itu semua. Dalam bulan ini, manusia dapat beribadah sebanyak-banyaknya, beribadah untuk mencapai derajat kesalehan secara individu maupun kelompok. Lebih tepatnya bagi umat manusia agar menjadi lebih religius dari sebelum-sebelumnya.

Baca juga:  Hafal Dua Juz, Hati Terasa Lebih Tenang

Ramadan bagi sebagian orang diibaratkan sebagai cinta. Mereka lahir sebagai implementasi pengharapan yang kuat pada diri manusia. Pada bulan Ramadan ini manusia harus mampu membuktikan rasa cintanya kepada sang pencipta Allah SWT. Cinta yang selama ini dipupuk dan dibina, semua dapat tercurahkan di bulan Ramadan. Cinta bukan hanya dikatakan, namun harus dibuktikan dengan penuh kerinduan dan kekhusukan. Rindu karena sudah selama satu tahun memendam rasa dan menunggu-nunggu agar dapat segera dipertemukan.

Bentuk kecintaan itu dapat diwujudkan dengan cara mencintai Alquran, bersyukur kepada Allah, melaksanakan sunah-sunah Rasulullah, dan selalu berdoa. Pada Ramadan ini, semua umat muslim berlomba-lomba mencari jalan keridaan dan jalan kebenaran. Mereka beribadah dengan semangat dan motivasi mereka masing-masing untuk menggapai rida Allah SWT.

Baca juga:  Selalu Ramai Jamaah, Masjid Agung Kauman Semarang 52 Tahun Gelar Kajian Tafsir Alquran

Ramadan menjadi bulan yang tepat untuk berkomunikasi dengan Allah. Maka, komunikasi yang lebih intens itu harus dilakukan oleh umat muslim. Pagi, siang, dan malam tidak terlepas dalam berkomunikasi satu arah. Ramadan benar-benar digunakan sebagai momen membina dan menjalin komunikasi yang baik.

Bisa saja selama bulan-bulan sebelumnya komunkasi tidak lancar. Bahkan ada sebagian muslim terlupa dalam berkomunikasi dengan Allah. Aktivitas dan kesibukan dalam bekerja terkadang membuat mereka terlena dan melupakan keberadaan Allah. Adanya Ramadan bisa menjadikan sebagai pengingat, sekaligus membenahi dan membina kembali komunikasi dengan Allah.

Umat muslim di dunia dan khususnya di Indonesia harus menggunakan bulan Ramadan ini sebaik-baiknya. Sebuah bulan yang terbaik dari seribu bulan. Penting bagi umat muslim bahwa bulan ini tidak lama dan hanya sekali dalam satu tahun. Banyak yang benar-benar menantikannya. Namun setelah bulan ini datang, banyak pula yang tidak mampu menyambut kehadirannya.

Baca juga:  Ribuan Peziarah Padati Makam Sunan Kalijaga

Mereka larut ke dalam aktivitas yang bersifat keduniaan masing-masing. Maka, beruntunglah bagi mereka yang dapat bertemu dan mampu menggunakan bulan Ramadan untuk meningkatkan ketaqwaannya.

Pada intinya umat muslim harus mampu membuktikan rasa cintanya kepada Allah. Bukan hanya di hati atau di mulut, namun dengan aplikasi dan implementasi dalam kehidupan yang nyata. Komunikasi dengan sang pencipta juga harus lebih intens. Manusia harus benar-benar membuktikan kesadaran individual dalam upaya sedekat mungkin dengan sang khalik.

Manusia dapat berkomunikasi melalui salat, Alquran, dan ibadah sosial yang lain. Ibadah yang selama ini hanya diartikan sebagai salat sebagai kegiatan rutinitas harian, mampu ditambah dan disempurnakan dengan salat wajib, salat sunah, tadarus, pengajian, dan lebih produktif untuk berbagi dengan sesama. Pada akhirnya bulan suci Ramadan menjadikan umat muslim dalam kesehariannya lebih religius. (*/ida)

Dosen Bahasa Indonesia Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan FTIK

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya