alexametrics

Sejarah Tahun Baru Islam Beserta Amalan dan Keutamannya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Tahun Baru Islam atau di sebut juga Tahun Baru Hijriyah merupakan suatu perayaan yang penting bagi umat Islam di seluruh dunia karena pada tanggal 1 Muharam terdapat peristiwa penting yaitu hijrahnya Nabi Muhammad SAW. dari Kota Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi.

Sejarah Tahun Baru Islam

Awal mula sejarah tahun baru Islam berawal dari kebimbangan umat Islam menentukan tahun. Pada zaman pra masuknya Islam orang-orang Arab tidak menggunakan tahun untuk menandai sebuah peristiwa. Tapi, hanya menggunakan hari dan bulan sehingga cukup membingungkan. Ditandai dengan, tahun lahirnya Nabi Muhammad orang Arab menyebutnya  tahun Gajah. Hal ini menjadi dalil bahwa orang Arab pada waktu itu tidak menggunkan angka untuk menentukan tahun.

Baca juga:  Sebentar Lagi Tahun Baru Islam 1444 H, Yuk Amalkan Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun

Bermula dari peristiwa tersebut, para sahabat Rasulullah SAW pun sepakat untuk menentukan kalender Islam. Salah satu sahabat yang ikut andil dalam menentukan kalender adalah Utsman bin Affan, Ali bin Abi Tholib, dan Thalhah bin Ubaidillah. Mereka bersepakat bahwa kalender Hijriyah Islam dimulai dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah.

Amalan dan Keutamaan Tahun Baru Muharam

Dibulan mulia terdapat amalan-amalan utama baik ibadah lillah maupun ibadah linnas. Seperti halnya, memperbanyak puasa sunnah di bulan Muharam. Fadhilah puasa ‘Asyura (tanggal 10 Muharam dan Tasu’a (9 Muharrom) ialah menggugurkan dosa setahun lalu. Melaksanakan puasa ‘Asyura dan Tasu’a hukumnya sunnah.

Selain menngamalkan puasa sunnah kita juga di sunnahkan untuk memperbanyak sedekah. Menurut mahzdab sedekah pada bulan Muharam sangat di anjurkan. Sedangkan, mahzdab lainnya tidak memberikan penekanan khusus, namun tidak ada larangan untuk mengamalkannya.

Baca juga:  Kultum Perdana, Ajak Jadi Orang Lemah Lembut

Sebagaimana keutamaan Muharom Allah melipatgandakan pahala di setiap amal baik yang kita lakukan. Oleh karena itu, memperbanyak sedekah serta menyantuni anak yatim merupakan amalan yang disukai Allah SWT. (mg14/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya