Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kekhawatiran Ninda Sirna, Berkat Program JKN Ia Jalani Cuci Darah Tanpa Biaya

Maria Novena Sinduwara • Sabtu, 14 Februari 2026 | 11:45 WIB
Ninda saat lakukan cuci darah di rumah sakit.
Ninda saat lakukan cuci darah di rumah sakit.

RADARSEMARANG.ID – Nindayani (30), warga Bulutan Kecamatan Bawen, Jawa Tengah menceritakan kisahnya selama sebelas bulan terakhir menjalani perawatan cuci darah (hemodialisa).

Ninda sapaan akrab ibu satu orang anak ini ketika ditemui di ruang perawatan cuci darah terlihat sangat ceria tidak tampak seperti sedang sakit.

“Awalnya saya tidak menyangka harus menjalani perawatan hemodialisa, karena beberapa tahun yang lalu keluhan yang saya alami hanya mengarah pada diagnosa hipertensi saja. Namun saya tidak mengikuti saran dokter untuk minum obat secara rutin. Akhirnya sebelas bulan yang lalu saya mendatangi Rumah Sakit At-Tin untuk berobat kembali karena saya merasa kondisi tubuh saya yang semakin memburuk, dan saya sangat kaget ternyata sudah terjadi kerusakan di ginjal saya,” ungkap Ninda.

Tidak dipungkiri, di awal mendapat diagnosa bahwa dirinya diharuskan rutin cuci darah pikirannya sempat kalang kabut. Ia khawatir bagaimana dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk biaya pengobatannya.

“Yang paling saya khawatirkan saat mendengar diagnosa dokter saat itu adalah biaya. Pada waktu itu dipikiran saya dan suami hanya bertanya bagaimana ke depannya kami harus bertahan menjalani pengobatan yang harus saya lakukan ini. Ya benar saya dan keluarga telah terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dibiayai oleh pemerintah daerah Kabupaten Semarang, tapi apakah pada setiap pengobatan seluruh biayanya ditanggung semua? Kami selalu bertanya-tanya akan hal itu,” tutur Ninda.

Seiring berjalannya waktu, sejak awal Ninda menjalani pengobatan hemodialisa yang ia jalani dua kali dalam satu minggu, kekhawatirannya pun sirna.

Ia tidak menyangka seluruh pengobatannya ditanggung oleh BPJS Kesehatan, dirinya mengaku tidak pernah satu rupiah pun ia keluarkan untuk membayar pengobatannya di rumah sakit.

“Rasanya lega sekali ketika pertama, kedua, ketiga hingga sebelas bulan ini saya menjalani cuci darah, tidak pernah saya dan keluarga mengeluarkan biaya untuk pengobatan saya. Seluruhnya sudah ditanggung oleh Program JKN, saya sangat bersyukur tiada hentinya,” ujar Ninda.

Ninda juga menceritakan pengalamannya selama sebelas bulan terakhir menjalani perawatan hemodialisa, ia mengungkapkan seperti menemukan keluarga baru di rumah sakit sehingga ia merasa bersemangat untuk menjalani kehidupan

“Disini seluruh perawatnya sangat baik, bahkan pasien cuci darah yang lain pun sudah saya anggap seperti keluarga sendiri. Disini saya menemukan keluarga baru, semangat baru dan kehidupan baru. Saya mengucapkan terima kasih sekali akan kehadiran Program JKN. Semoga program ini terus hadir untuk memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang membutuhkan,” tutur Ninda. (ria)

Editor : Baskoro Septiadi
#BPJS Keehatan