Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Jangan Sampai Salah Diagnosis, Ini Penjelasan Dr. Djaja Soal ADHD

Tricya Githa Sulistyawati • Senin, 29 September 2025 | 21:05 WIB
Ini kata Dr. Djaja mengenai gangguan ADHD pada anak
Ini kata Dr. Djaja mengenai gangguan ADHD pada anak

RADARSEMARANG.ID - YouTube x-undercover memposting sebuah video yang berjudul “anak kalian bermasalah di sekolahnya? Hati-hati bisa terkena ADHD” oleh Dr. Djaja pada 26 September 2025. 

Dr. Djaja Surya Atmadja adalah seorang dokter ahli forensik DN di Indonesia. Ia sering berbagi ilmunya di YouTube mengenai kesehatan ataupun ilmu sesuai bidangnya. 

ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder adalah suatu kondisi kejiwaan seseorang kesulitan untuk berkonsentrasi. 

Gangguan ini biasanya mulai muncul sejak masa kanak-kanak, namun bisa juga berlanjut hingga umur dewasa.

Keadaan ini sering disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan gangguan pada fungsi otak yang berperan dalam mengatur perilaku, perhatian, serta kemampuan mengendalikan impulsif. 

Dr. Djaja mengatakan jika ADHD memiliki 2 tipe, anak yang memiliki gejala ADHD biasanya seringkali dianggap sebagai anak nakal oleh guru karena terlalu hiperaktif. Sedangkan tipe yang lain adalah tipe yang sulit memperhatikan sesuatu

ADHD memiliki tingkatan, mulai dari yang ringan, sedang, hingga berat. Namun gangguan ini tidak bisa didiagnosis oleh diri sendiri, sehingga harus dikonsultasikan oleh dokter. 

Dikutip dari Halodoc, bahwa ADHD dibagai menjadi tiga tipe; 

1. Dominan hiperaktif-impulsif

Biasanya muncul dengan masalah hiperaktivitas bersamaan dengan perilaku impulsif. 

2. Dominan inatentif

Memiliki ciri sulit untuk menaruh perhatian penuh pada satu hal dalam satu waktu. 

3. Kombinasi hiperaktif-impulsif dan inatentif

Menunjukkan ciri hiperaktif, impulsif, dan tidak dapat memperhatikan sesuatu dengan baik. 

Dikatakan oleh Dr. Djaja bahwa orang dengan gangguan ADHD disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya;

1. Faktor Genetik

Adanya riwayat ADHD dalam suatu keluarga, sehingga risiko pengembangan gangguan akan lebih tinggi. 

2. Faktor Lingkungan 

Disebabkan oleh lingkungan sekitar yang tidak mendukung, paparan oleh zat kimia beracun, serta kurang dukungan sosial yang dapat meningkatkan risiko ADHD. 

3. Kurang Gizi dan Istirahat

Gizi yang tidak mencukupi selama masa pertumbuhan dan perkembangan pada anak juga dapat memengaruhi fungsi otak dan memengaruhi risiko ADHD. 

Kurangnya istirahat terutama pada anak juga dapat memengaruhi konsentrasi yang berkaitan dengan gangguan ADHD. 

4. Gangguan Neurologi

Anak yang memiliki gangguan pada mentalnya juga dapat memiliki faktor risiko mengembangkan ADHD. 

5. Trauma Kepala dan Paparan Timbal

Cedera di kepala pada anak usia dini juga dapat menjadi faktor perkembangan ADHD. 

Paparan tinggi terhadap timbal juga dapat berkontribusi pada pengembangan ADHD. 

6. Kelahiran Prematur atau BBLR

Anak yang terlahir prematur ataupun dengan kondisi berat badan lahir rendah mempunyai risiko yang lebih tinggi terhadap perkembangan ADHD. 

7. Gangguan Selama Kehamilan

Faktor yang terjadi selama kehamilan seperti terkena paparan zat beracun, menggunakan alkohol ataupun obat-obatan terlarang, serta stres berlebih pada ibu hamil yang dapat berpengaruh meningkatkan risiko ADHD pada sang anak. 

Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan kepada anak, kerabat, atau seseorang yang menunjukan tanda dan gejala yang bisa terjadi pada gangguan ADHD. 

Jika gejala ADHD yang terjadi pada anak, orang tua biasanya akan sulit membedakan tingkah laku normal mereka dan salah satu gejala ADHD. 

Editor : Baskoro Septiadi
#Gangguan ADHD #kesehatan #DOKTER #Remaja #gangguan #Anak #Youtube