Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

dr. Tirta Berikan Penjelasan Begini Soal Gerd dan Serangan Jantung

M
Podcast VINDES dan dr. Tirta pada Senin (26/1/2026)
Podcast VINDES dan dr. Tirta pada Senin (26/1/2026)

RADARSEMARANG.ID – Kanal YouTube VINDES kembali menghadirkan diskusi hangat yang menggabungkan edukasi medis dan hiburan melalui program siaran langsung "Tada Live".


Advertisement

Dalam episode terbaru yang dipandu oleh Vincent Rompies dan Desta Mahendra, menghadirkan dr. Tirta Mandira Hudhi sebagai narasumber utama pada Senin, (26/1/2026).

Diskusi ini menjadi sorotan karena meluruskan berbagai keresahan warganet mengenai penyakit lambung atau gerd yang sering dikaitkan dengan risiko kematian mendadak dan serangan jantung.

Meluruskan mitos gerd dan kematian untuk membuka obrolan, dr. Tirta menanggapi asumsi liar yang beredar di media sosial mengenai bahaya gerd.

Advertisement

Ia menegaskan bahwa dalam dunia medis, sangat kecil kemungkinan gerd menyebabkan kematian secara langsung atau memicu serangan jantung.

Namun, ia mengakui bahwa manifestasi nyeri dada pada penderita gerd memang sangat mirip dengan gejala jantung, terutama jika gangguan terjadi pada bagian jantung kanan bawah. Hal inilah yang sering memicu salah kaprah di tengah keresahan warganet.

Menurut dr. Tirta, perbedaan mendasar terletak pada tingkat kesadaran. Gangguan jantung biasanya disertai dengan penurunan kesadaran yang hebat atau pingsan, sementara penderita gerd biasanya tetap dalam keadaan sadar penuh meskipun merasakan nyeri yang luar biasa di area dada.

Advertisement

Ia mengingatkan bahwa gerd baru bisa berakibat fatal jika sudah mencapai tahap kronis selama bertahun-tahun tanpa penanganan. Misalnya ketika asam lambung masuk ke paru-paru (aspirasi).

Selain gerd dr. Tirta juga menekankan bahaya Psikosomatis dan Fenomena Self-Diagnose. Banyak orang yang merasa sesak napas atau nyeri dada kemudian langsung menyimpulkan bahwa mereka terkena penyakit parah setelah membaca informasi di internet.

Kondisi ini sering kali berujung pada psikosomatis, di mana tubuh meyakini rasa sakit tersebut karena sugesti pikiran yang berlebihan.

Kepanikan dan stres yang muncul akibat self-diagnose ini justru merangsang peningkatan produksi asam lambung.

Oleh karena itu, dr. Tirta menyarankan agar penderita melakukan pemeriksaan medis yang sah seperti Elektrokardiogram (EKG) untuk memastikan kondisi jantungnya. Sehingga rasa cemas yang menjadi pemicu asam lambung bisa diredam.

Tiga Pilar Hidup Sehat ala dr. Tirta memasuki tahun 2026, dr. Tirta membagikan tiga kunci utama untuk menjaga kesehatan tubuh bagi masyarakat:

1. Latihan Fisik (Exercise)

Penting untuk memperkuat rangka dan otot tubuh. dr. Tirta menekankan pentingnya strength training agar tubuh tidak mudah mengalami nyeri, seperti low back pain yang sering dialami pekerja kantoran.

2. Nutrisi

Tirta menyebut bahwa sebanyak 80% kesehatan ditentukan oleh pola makan. Ia menyarankan untuk menghindari makanan olahan berlebih (ultra-processed food) dan fokus pada asupan nutrisi yang tepat.

3. Istirahat Berkualitas

Tidur selama 6 hingga 8 jam sangat krusial. Kualitas tidur yang baik akan sangat memengaruhi proses pemulihan dan metabolisme tubuh secara keseluruhan.

Persiapan Tantangan Iron Man Di luar praktik medisnya

Selain memberikan tips hidup sehat, dr. Tirta juga membagikan kisah inspiratif mengenai persiapannya mengikuti ajang triatlon bergengsi, Iron Man, di Vietnam.

Ia mengambil kategori Half Iron Man yang mencakup renang di laut lepas sejauh 1,9 km, bersepeda 90 km, dan lari 21 km.

Ia mengungkapkan bahwa berenang di laut adalah tantangan tersulit karena keterbatasan jarak pandang dan risiko sengatan ubur-ubur. Olahraga endurance ini ia jalani sebagai bentuk komitmen menjaga performa tubuh setelah sebelumnya memutuskan untuk berhenti merokok.

Diskusi ini ditutup dengan pembahasan mengenai kesehatan mental para karyawan. Ia menyebutkan bahwa burnout dan masalah mental lainnya dapat menyebabkan kerugian produktivitas yang besar bagi perusahaan.

Ia mendorong agar lingkungan kerja lebih aware terhadap perubahan perilaku rekan kerja. Menurutnya, dukungan dari lingkungan sekitar dan budaya kerja yang sehat jauh lebih efektif daripada sekadar diagnosis mandiri yang justru menambah beban pikiran.

Melalui tayangan ini, VINDES dan dr. Tirta berhasil memberikan edukasi yang ringan namun berisi, mengingatkan penonton bahwa menjaga kesehatan fisik dan mental adalah investasi terbaik di awal tahun 2026 ini. (mg5)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Marshanda dan Perjalanan Berdamai dengan Gangguan Bipolar: “Saya Bipolar, Tapi Saya Luar Biasa”

Marshanda dan Perjalanan Berdamai dengan Gangguan Bipolar: “Saya Bipolar, Tapi Saya Luar Biasa”

Marshanda memulai karier sejak usia 7–8 tahun lewat iklan, lalu meledak sebagai Lala di sinetron Bidadari (2000–2003) yang berjalan lebih dari 150 episode. Ia juga penyanyi, penulis lagu, aktris film, dan ibu dari Sienna

8 Tipe Teman Toxic yang Harus Dihindari Menurut Psikologi

8 Tipe Teman Toxic yang Harus Dihindari Menurut Psikologi

Pertemanan yang sehat adalah tentang give and take. Jika hanya kamu yang selalu memberi perhatian, dukungan, dan usaha, sementara kebutuhan dan perasaanmu selalu diabaikan, maka pertemanan itu tidak seimbang.

Ahmad Luthfi  Luncurkan  Layanan Online Psikolog Gratis (Logis), Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis

Ahmad Luthfi Luncurkan Layanan Online Psikolog Gratis (Logis), Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi menghadirkan Layanan Online Psikolog Gratis (Logis), sebuah layanan konsultasi daring yang diharapkan menjadi pintu awal deteksi dini berbagai persoalan psikologis di masyarakat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer