Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Dampak Banjir Kendal, 1.338 Hektare Tanaman Padi Terancam Gagal Panen

Devi Khofifatur Rizqi • Selasa, 19 Maret 2024 | 03:23 WIB

 

Petani di Kecamatan Kendal segera memanen tanaman padi yang rusak akibat tergenang banjir. DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG
Petani di Kecamatan Kendal segera memanen tanaman padi yang rusak akibat tergenang banjir. DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG
 

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Banjir di Kabupaten Kendal membuat 1.338 hektar tanaman padi terancam gagal panen. Pasalnya, tanaman padi rusak akibat terendam air.

Ratusan hektare tanaman padi yang hampir panen di wilayah Kabupaten Kendal rusak terendam banjir. Hingga kini sebagian sawah masih ada yang terendam banjir.

 Baca Juga: Gas Melon Langka di Kendal, Harga LPG 3 Kg Bisa Tembus Rp27 Ribu Per Tabung, Diduga Ini Penyebabnya

Data dari Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal, jumlah total tanaman padi yang terendam banjir sekitar 1.338 hektare.

Itu berada di Kecamatan Patebon 273 hektare, Kecamatan Brangsong 582 hektare, dan Kecamatan Kendal 483 hektare.

Dari jumlah tersebut, tanaman padi yang sudah siap panen sekitar 327 hektare. Yakni berada di Kecamatan Brangsong ada 132 hektare dan di Kecamatan Kendal ada 195 hektare.

 Baca Juga: Banjir Meluas ke Wilayah Perkotaan, Akses Jalan Masuk Kota Demak Ditutup, Masjid Agung, Rutan dan Kantor Kejari Juga terendam Air

"Rata-rata umur tanaman padi ini mendekati panen. Kalau tergenang lebih dari satu minggu bisa menurunkan kualitas hasil panen," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kendal Pandu Rapriat Rogodjati Senin (18/3).

Pandu melanjutkan, kualitas tanaman padi bakal menurun karena terendam air.

Bahkan daya simpan beras sangat rendah dan ketika dimasak akan berubah warna.

"Ada potensi gagal panen. Tapi masih kami amati dan upayakan bantuan untuk petani," lanjutnya.

 Baca Juga: Minat Umrah Selama Ramadan Meningkat Dua Kali Lipat, Generasi Milenial Lebih Minat Ibadah Sambil Liburan

Sementara Wagimin, petani di Kelurahan Karangsari-Kendal mengaku beruntung. Itu karena tanaman padinya masih bisa dipanen. Namun hasil panennya berkurang karena sebagian rusak sehingga harga pun turun.

"Harganya jadi turun karena kualitas padi juga turun. Jika harga kondisi normal bisa mencapai Rp 8 ribu per kilogram. Tapi sekarang Rp 5 ribu per kilogram," akunya.

Senada dikatakan Karyaman, petani lainnya. Dia mengatakan, tanaman padi yang siap panen jika terendam banjir lebih dari lima hari maka akan rusak dan tidak bisa dipanen.

Sedangkan padi yang mulai menguning jika terkena banjir akan rusak menjadi puso.

"Gagal panen ini. Padi terendam banjir semua. Kalaupun di panen juga anjlok harganya," keluhnya. (dev/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Gagal Panen #BANJIR #Padi