Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kendal Achmad Ircham Chalid mengatakan, proses penggantian rumput ini dilakukan sejak awal Agustus.
Perbaikan juga berlangsung selama dua bulan. Hal itu untuk memaksimalkan kondisi rumput supaya lebih baik dari sebelumnya.
"Penggantian ini untuk kenyamanan para atlet juga. Dananya sekitar Rp 500 jutaan," katanya.
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, sejumlah pekerja tengah mengupas rumput di Stadion Kebondalem. Kondisi rumput tampak kering dan banyak hama ulat.
Selain itu terlihat rusak karena faktor usia rumput yang sudah lama. Ditambah musim kemarau, membuat rumput menjadi kering.
Koordinator Lapangan Eko Wahyudi menerangkan, nantinya akan diganti jenis rumput zoysia. Selama penggantian, arena olahraga ini tidak bisa digunakan oleh para atlet.
"Mulanya kami kupas dulu rumputnya biar tidak mengurangi media tanam. Lalu menunggu rumput kering setelah itu dibakar," terangnya.
Eko melanjutkan, penggantian rumput ini akan selesai dua bulan ke depan. Pihaknya menerjunkan 13 personel untuk menanam rumput di arena lapangan dengan luas 8.000 meter persegi ini. Nantinya, perlu perawatan lebih intens supaya kualitas rumput terjaga.
"Saya lihat yang kemarin itu kerusakan rumputnya parah. Sangat kering dan warnanya coklat. Nantinya akan rutin pemupukan dan penyiraman biar bagus hasilnya," tambahnya. (dev/ton)
Editor : Baskoro Septiadi