Bupati Kendal Dico M. Ganinduto mengaku pusing dengan realisasi pembangunan Pasar Weleri tersebut. Karena belum ada progres yang memuaskan. Masih tahap administratif.
"Kalau dibilang pusing ya semua pusing lah. Nggak ada yang gak pusing. Mohon bersabar karena semuanya tidak segampang memutarkan telapak tangan," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Dico mengakui, tahapan administratif ia tidak bisa mengintervensi. Adapun tahapan lainnya juga sedang berlangsung.
Namun, terus dilakukan memonitor dan memastikan akhir tahun ini pembangunan Pasar Weleri akan selesai. “Anggaran pembangunan Rp 55 miliar sudah siap digelontorkan,” ujarnya.
Pemkab diakui berhati-hati dalam pembangunan Pasar Weleri. Termasuk tidak melakukan intervensi. Jika hal itu dilakukan akan menjadi masalah karena melanggar aturan.
"Uangnya itu sudah ada. Tapi gak bisa mentang-mentang sudah ada tinggal bangun saja. Semua ada proses. Nah, saat ini proses sedang berjalan semoga segera terealisasi," tambahnya.
Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kendal Giri Kusuma mengatakan, Pasar Weleri menjadi prioritas pembangunan tahun 2023.
Namun, saat ini belum dilakukan pelaksanaan pekerjaan fisik. Pada akhir Mei pihaknya juga sudah melakukan kaji ulang ULP.
"Harusnya akhir Mei mulai pembangunan. Tapi karena tahapan administratif belum selesai, belum bisa kita lakukan pembangunan," ujarnya. (dev/fth) Editor : Agus AP