Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Tanggul Laut Belum Bebaskan Kendal dari Banjir Rob

Agus AP • Jumat, 9 Juni 2023 | 17:49 WIB
Seorang warga menerobos banjir rob di pesisir Bandengan Kamis (8/8) kemarin. (DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Seorang warga menerobos banjir rob di pesisir Bandengan Kamis (8/8) kemarin. (DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Kendal - Keberadaan tanggul laut di pesisir Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal yang dibangun tahun kemarin ternyata belum maksimal untuk mengatasi rob. Bahkan, masih ada dua RW dan beberapa titik jalan yang tergenang banjir rob.

Permasalahan banjir rob masih menggenangi RW 3 dan 4 di Kelurahan Bandengan. Biasanya banjir rob memasuki permukiman warga mulai pukul 14.00 WIB. Lalu surut sekitar pukul 20.00 WIB. Ketinggian banjir rob saat ini hanya 20 sentimeter. Meski tidak separah tahun kemarin, perlu penanganan lebih serius.

Menurut Lurah Bandengan Sutarjo, pengerjaan sheet pile atau sabuk tanggul laut yang belum selesai, menjadi penyebab banjir rob memasuki permukiman warga. Bahkan, ada 224 meter di pesisir Bandengan yang belum dipasang sheet pile.

"Harusnya sheet pile ini menjadi prioritas. Tapi karena kontraknya rampung Juni ini, dan sisanya belum jelas, kami ya masih harus menghadapi rob lagi," jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang Kamis (8/6).

Kendati begitu, Sutarjo mengaku, penanganan banjir rob di wilayahnya akan dituntaskan. Bahkan, tahun ini akan digelontorkan Rp 3 miliar dari Program Kotaku untuk peninggian jalan di wilayah yang masih terdampak rob.

Adapun kelanjutan pembangunan tanggul laut, pedestrian, sheet pile, serta peninggian jalan di sebelah TPI Bandengan, sudah diusulkan ke dinas terkait. "Diperkirakan realisasinya tahun 2024 mendatang. Ya kita sabar dulu," ujarnya.



Kabid Perumahan Rakyat Disperkim Kendal Zia Hawari Hudaya mengatakan, banjir rob yang masih menggenangi pesisir Bandengan disebabkan karena pembangunan tanggul di sisi utara TPI yang belum selesai. Sedangkan di sisi selatan, masih ada rumah-rumah warga.

Selain itu, ada beberapa pintu air yang tidak berfungsi. Sehingga ketika banjir rob datang, akan masuk ke permukiman warga. Pihaknya juga sudah mengusulkan Rp 15 miliar ke pemerintah pusat untuk pembangunan selanjutnya.

"Semoga terealisasi di 2024. Dan tahun ini ada Rp 3 miliar untuk peninggian jalan yang kena rob. Seperti jalan Bandengan sampai Karangssari, jalan depan TPI Bandengan, dan gang-gang di permukiman warga," terangnya.



Nurhuda, warga Bandengan mengaku, keberadaan tanggul memang sudah mengurangi banjir rob, namun belum maksimal. Menurutnya, banjir rob belum teratasi secara menyeluruh, karena program Kota tanpa Kumuh (Kotaku) belum selesai.

Selain itu, pedestrian di sepanjang tepi sungai yang juga berfungsi sebagai tanggul, belum semuanya dibangun. Sehingga, air rob dari sungai masih meluber ke jalan.

"Semoga pembangunan program Kotaku segera diselesaikan. Terutama kelanjutan pembangunan pedestrian. Jika tidak, maka banjir rob masih bisa masuk ke jalan, meski pompa air dioperasikan," harapnya. (dev/ton) Editor : Agus AP
#top #Banjir rob kendal #Banjir Rob #Banjir Kendal #ROB