Kepala SMP N 1 Kendal Nur Budi Utomo mengatakan, sekolahnya menjadi pilot project penyelenggaraan KKO di Kabupaten Kendal tahun 2022.
Ia menilai, selama ini terdapat kendala dalam proses penyelenggaraan KKO. Yakni minimnya support pemerintah terkait finansial. "Sebenarnya SMP N 1 Kendal ini menjadi tempat untuk siswa KKO. Untuk pendanaannya dari Pemkab," ujarnya.
Ia menambahkan, dalam penyelenggaraan KKO harus menghadirkan pelatih sesuai cabor.
Hal itu juga berdasar pada rekomendasi Disdikbud dan Disporapar Kendal.
Namun, selama ini pendanaan pelatih cabor di KKO SMP N 1 Kendal diambil dari dana sekolah.
Karena itu, pihaknya meminta Pemkab memperhatikan dan memberikan support finansial terhadap KKO di SMP. "Penyelenggaraan belum maksimal. Karena yang jelas butuh ragat. Dan kalau bisa anggaran untuk KKO itu masuk di anggaran daerah," jelasnya.
Waka Kesiswaan SMP N 1 Kendal Mahbub Setiawan mengatakan, saat ini ada 30 siswa dengan 10 cabor di KKO SMP N 1 Kendal. Di antaranya cabor gulat, anggar, atletik, bola voli, panjat tebing, panahan, pencak silat, sepakbola, taekwondo, dan kickboxing.
Pihaknya juga tengah persiapan untuk menyambut siswa baru KKO tahun 2023 ini. "Kelas KKO diharapkan jadi support untuk atlet di Kendal.
Tapi supportnya masih minim. Terlebih tahun ini siswanya bertambah," tambahnya.(dev/fth) Editor : Agus AP