Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kendal Krisis SDM Terampil, MoU KEK Jadi Solusi Cepat

B
Penulis: Budi Setiyawan❯
Pemkab Kendal menggandeng 20 lebih pelaku usaha dan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) untuk menandatangani MoU dan PKS terkait penyediaan, penyiapan, dan penempatan tenaga
Pemkab Kendal menggandeng 20 lebih pelaku usaha dan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) untuk menandatangani MoU dan PKS terkait penyediaan, penyiapan, dan penempatan tenaga

RADARSEMARANG.ID, , KENDAL— Pesatnya pertumbuhan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal mulai menimbulkan problem serius, terutama kekurangan tenaga kerja terampil lokal. 


Advertisement

Jurang kebutuhan skill yang makin lebar itu mendorong Pemkab Kendal menggandeng 20 lebih pelaku usaha dan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) untuk menandatangani MoU dan PKS terkait penyediaan, penyiapan, dan penempatan tenaga kerja kompeten.

Dokumen kerja sama itu diteken di Pendopo Tumenggung Bahurekso, sebagai percepatan link and match pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri. 

Langkah ini dipandang sebagai “jalan pintas” menutup kesenjangan kapasitas SDM dengan tuntutan teknologi industri yang terus berkembang.

Advertisement

Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk komitmen untuk memastikan pertumbuhan industri berjalan seiring peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

“Industri punya kebutuhan yang terus meningkat. Daerah punya kepentingan memastikan warganya mampu mengisi peluang itu. Kerja sama ini kami siapkan untuk menjawab dua sisi sekaligus,” katanya.

MoU tersebut mencakup sinkronisasi kebutuhan tenaga kerja, penyelarasan kurikulum pelatihan, peningkatan kompetensi calon pekerja, hingga penguatan mekanisme penempatan tenaga kerja agar lebih sistematis dan transparan.

Advertisement

Disperinaker Kendal menegaskan bahwa tanpa langkah strategis ini, masyarakat lokal berpotensi kalah bersaing dengan tenaga kerja dari luar daerah. 

Karena itu, Pemkab menempatkan vokasi sebagai kunci percepatan kualitas SDM di tengah derasnya arus investasi.

Dengan semakin banyak industri yang beroperasi di KIK, kerja sama pemerintah–industri–pendidikan vokasi ini menjadi fondasi untuk menjaga agar peluang kerja tetap berpihak kepada warga Kendal. (bud)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Investasi Rp 203 Miliar di KEK Kendal, Landstar Target Serap 800 Tenaga Kerja Lokal

Investasi Rp 203 Miliar di KEK Kendal, Landstar Target Serap 800 Tenaga Kerja Lokal

Investasi Rp 203 miliar PT Landstar Garment Indonesia di KEK Kendal menargetkan penyerapan 800 tenaga kerja lokal dan ekspor 95 persen produk ke Jepang.

Ansor Kaliwungu Gelar Camp Asta Bisa, Kader Disiapkan Hadapi Era KEK Kendal

Ansor Kaliwungu Gelar Camp Asta Bisa, Kader Disiapkan Hadapi Era KEK Kendal

PAC GP Ansor Kaliwungu menggelar Camp Asta Bisa 2026 di Pinusan Nglimut sebagai forum menyiapkan kader menghadapi industrialisasi Kendal dan perkembangan KEK Kendal.

Pabrik Saus dan Bumbu PT Foodindo Resmi Beroperasi di KEK Kendal, Investasi Rp190 Miliar Serap 150 Pekerja

Pabrik Saus dan Bumbu PT Foodindo Resmi Beroperasi di KEK Kendal, Investasi Rp190 Miliar Serap 150 Pekerja

PT Foodindo Dwivestamas resmi mengoperasikan pabrik baru di KEK Kendal dengan investasi Rp190 miliar, menyerap 150 tenaga kerja dan memproduksi 1.000 ton bumbu per tahun.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer