Tabungan Sampah Warga RW 02 Kelurahan Bubakan Bisa Ditukar Uang atau Barang

RADARSEMARANG.ID--Bank Sampah Lancar Rejeki merupakan salah satu inovasi lingkungan berbasis masyarakat yang berdiri di RW 02 Kelurahan Bubakan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.
Ini menjadi modal RW 02 Kelurahan Bubakan mengikuti Lomba Kampung Hebat kategori Kampung Pilah Sampah dan Pro Lingkungan.
“Kehadirannya menjadi sarana bagi warga untuk mengelola sampah rumah tangga dengan bijak, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” jelas Plt Lurah Bubakan Agus Santoso.
Adanya kegiatan pilah sampah ini memiliki manfaat besar bagi lingkungan. Seperti mengurangi timbulan sampah yang dibuang ke TPS/TPA dengan cara memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.
Lalu meningkatkan kesadaran lingkungan warga Kelurahan Bubakan melalui budaya 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
“Juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui sistem tabungan sampah yang bisa ditukar menjadi uang maupun kebutuhan rumah tangga,” tambah Penanggung Jawab Lomba Kampung Hebat Bubakan Juni Roso Regowo.
Sampah yang sudah dipilah dan disetorkan ke bank sampah akan menjadi tabungan warga.
Tabungan sampah yang merupakan hasil penimbangan akan menjadi saldo tabungan yang bisa dicairkan dalam bentuk uang, atau ditukar dengan barang tertentu.
Saat ini, pendaftaran Lomba Kampung Hebat 2025 masih dibuka.
Setiap kelurahan bisa segera mendaftarkan RW yang akan mewakili wilayahnya untuk mengikuti lomba antarkampung yang diselenggarakan Jawa Pos Radar Semarang bersama Pemerintah Kota Semarang ini.
“Sudah ada beberapa kelurahan atau RW yang menghubungi panitia untuk konsultasi bahkan ada yang sudah mendaftar. Kami berharap para calon peserta bisa segera mendaftar,” tutur Ketua Panitia Lomba Kampung Hebat 2025 Sugiyanto Wiyono.
Pendaftaran peserta sudah dimulai 18 September dan akan berlangsung hingga 7 Oktober 2025.
Setiap kelurahan diwakili satu Rukun Warga (RW) dan hanya boleh mendaftar di satu kategori.
Nantinya seluruh peserta akan mengikuti seleksi administrasi dan wawancara secara online.
Tim juri akan memilih 18 peserta di masing-masing kategori untuk maju mengikuti penilaian lapangan.
“Total ada 36 peserta yang akan dijuri langsung oleh juri gabungan akademisi atau praktisi, perwakilan OPD Pemkota Semarang dan dari Jawa Pos Radar Semarang untuk memperebutkan juara 1, 2, 3 dan harapan 1, 2, 3,” lanjut Sugiyanto.
Tahun ini, ada dua kategori yang dipertandingkan. Yakni Kampung Pilah Sampah dan Pro Lingkungan serta Kampung Kreatif dan Inovatif.
“Mohon kampung yang ditunjuk sebagai peserta bisa memperhatikan indikator penilaian yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Indikator penilaian untuk Kampung Pilah Sampah dan Pro Lingkungan meliputi pengelolaan sampah, infrastruktur lingkungan, penataan lingkungan, administrasi dan dokumentasi, pemberdayaan masyarakat, serta inovasi dan keberlanjutan.
Sedangkan indikator penilaian Kampung Kreatif dan Inovatif adalah ciri khas kampung, pemberdayaan ekonomi dan masyarakat, pemanfaatan teknologi, pengelolaan lingkungan, administrasi dan dokumentasi, serta inovasi dan keberlanjutan. (ton)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




