
RADARSEMARANG.ID, SEMARANG TIMUR – Warga RW 03 Kelurahan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur telah memiliki kebiasaan menanam sayur, buah dan tanaman obat keluarga.
Setiap ada tanah kosong, ditanami terong, cabai, tomat maupun sayuran lainnya. Bahkan di setiap rumah juga ada sayuran meskipun dalam pot.
Dalam Lomba Kampung Hebat 2024, RW 03 Kelurahan Bugangan juga terdaftar sebagai salah satu peserta. Warga mendaftar untuk kategori Kampung Pro Lingkungan.
Lurah Bugangan Lilis Mugi Rahayu menjelaskan, konsep urban farming menjadi salah satu ungulan di RW 03 Kelurahan Bugangan.
Tujuannya untuk meningkatkan ketahanan pangan, mewujudkan hidup yang sehat serta lingkungan yang indah.
Yaitu dengan penerapan pertanian organik dengan mengoptimalkan tempat dan biaya yang ada. Bisa menghasilkan produk yang terbebas dari bahan kimia.
“Penerapannya juga memiliki fungsi saling melengkapi dan menghidupi makhluk hidup dengan menjaga keragaman hayati dan keseimbangan ekologi alam,” tuturnya.
Ketua RW 03 Kelurahan Bugangan Agung Hardjito menambahkan, urban farming diterapkan di tiap-tiap RT. Lingkungan tentu menjadi bersih dan asri.
“Serta banyak keunggulan lainnya,” tutur Agung.
Meski berada di permukiman padat penduduk tapi semangat warga untuk menanam sangat tinggi.
Setiap ada lahan kosong langsung diubah menjadi lahan pertanian. Termasuk lahan di bantaran sungai.
Dalam mengelola sampah, RW 03 juga telah memiliki Bank Sampah Germas Berseri. Warga secara rutin menyetorkan sampah yang bisa dijual atau didaur ulang ke bank sampah. (ton)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




