Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sejarah Sabdaraja 2015 yang Membuat Hubungan Sultan HB X dan GBPH Prabukusumo Renggang

Baskoro Septiadi • Selasa, 16 Januari 2024 | 17:54 WIB
Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X mencanangkan Pemusatan Latihan Daerah Pekan Olahraga Nasional untuk kontingen DIY di GOR Amongrogo, Jogja, Jumat (12/1). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X mencanangkan Pemusatan Latihan Daerah Pekan Olahraga Nasional untuk kontingen DIY di GOR Amongrogo, Jogja, Jumat (12/1). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

 

RADARSEMARANG.ID, Yogyakarta - Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X dan Ketua PMI DIY Gusti Bendara Pangeran Harya (GBPH) Prabukusumo hadir bersama-sama dalam peresmian pencanangan Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024.

Boleh jadi pertemuan di GOR Amongraga Jogja pada Jumat (12/1) lalu merupakan kali pertama di depan publik. Terutama sejak kedua putra HB IX itu berbeda pandangan soal arah suksesi keraton.

Kejadiannya berlangsung delapan tahun lalu. Tepatnya peristiwa 30 April 2015 silam. Saat itu, HB X sebagai raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat mengeluarkan dekrit kerajaan bertajuk Sabdaraja.

Isinya atas dasar perintah para leluhur Mataram, HB X memutuskan mengganti nama dan gelarnya. Dari semula Hamengku Buwono X menjadi Hamengku Bawono Ka 10.

Isi dari Sabda Raja kerap dikaitkan dengan sosok pengganti Sri Sultan HB X. Apalagi suksesi kepeimpinan di Keraton Yogyakarta mencuat kembali semenjak keputusan Sri Sultan Hamengku Buwono X yang memecat dua adiknya tirinya, GBPH Yudaningrat dan GBPH Prabukusumo, dari jabatannya di Keraton Yogyakarta pada akhir 2020 lalu.

 

Inti dari Sabda Raja itu adalah pengumuman dari Sultan bahwa dia mendapat perintah untuk mengubah namanya dari semula Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamengku Buwono Senapati Ing Ngalaga Ngabdurrakhman Sayidin Panatagama Kalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping Sedasa menjadi Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkan Sinuwun Sri Sultan Hamengku Bawono Ingkang Jumeneng Kasepuluh, Suryaning Mataram Senapati Ing Ngalaga Langgenging Bawono Langgeng Langgenging Tata Panatagama.

Lima hari kemudian, disusul dekrit Dawuhraja 5 Mei 2015. Kali ini perintah pergantian nama putri sulung sultan. Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pembayun berganti nama menjadi GKR Mangkubumi.

Keluarnya kedua dekrit itu tak bisa diterima semua adik-adik laki-laki sultan. Gusti Prabu termasuk yang vokal bicara.

Sejak peristiwa itu, Gusti Prabu seperti “berpisah” jalan. Putra sulung HB IX dari garwadalem Kanjeng Raden Ayu (KRAy) Hastungkoro itu memutuskan tidak aktif di keraton. Berbagai acara tak lagi diikuti.

Kala itu, pangeran yang terlahir dengan nama muda Bendara Raden Mas (BRM) Harumanto menjabat sejumlah posisi penting.

Di antaranya, penghageng Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Nitya Budaya dan Tepas Pariwisata.

Kini jabatan-jabatan itu tak lagi dipegang Gusti Prabu. Sejak Januari 2021, resmi diberhentikan dari penghageng di keraton.

Sejak itu, pertemuan dalam satu acara resmi dengan HB X tak banyak terdengar. Karena itu, bertemunya Gusti Prabu dengan kakaknya di acara KONI DIY itu boleh dibilang langka.

Apalagi selama acara, keduanya bisa duduk dalam deretan kursi yang sama. Hanya berjarak setengah meter.

Tempat duduk HB X dan Gusti Prabu dipisahkan satu kursi yang diduduki Ketua Umum KONI DIY Djoko Pekik Irianto.

Sebelum hadir di tengah-tengah atlet dan pelatih Puslatda PON XXI Aceh-Sumut 2024, HB X dan Gusti Prabu lebih dulu bertemu di ruang transit.

Waktunya sekitar 10 menit. Selama di ruang transit, keduanya seperti saling menjaga jarak. Raja Keraton Jogja itu berada di sisi utara didampingi Djoko Pekik.

Sedangkan Gusti Prabu di sebelah selatan. Tak ada pembicaraan.

Memasuki acara, HB X berjalan diikuti Djoko Pekik dan seluruh tamu kehormatan, termasuk Gusti Prabu. Mereka duduk sesuai kursinya.

Di samping kanan HB X tampak Sekprov DIY Beny Suharsono, Ketua Pengprov PBSI DIY KPH Yudanegara, Dirut Bank BPD DIY Santoso Rohmat, dan Inspektur DIY Muhammad Setiadi.

Sedangkan di samping kiri HB X, berturut-turut Djoko Pekik, Gusti Prabu, dan Wakil Ketua Umum II KONI DIJ Pramana.

Djoko Pekik terlihat meninggalkan kursinya saat harus ke podium. Ketua Umum KONI DIY berpidato menyampaikan laporan selama 7 menit.

Sesungguhnya ada momentum bagi HB X dan Gusti Prabu bicara. Namun selama kursi Djoko Pekik kosong, kedua kakak beradik itu terlihat saling diam. Sesekali keduanya saling lirik.

Saat HB X mengarahkan pandangan ke kiri ke arah adiknya, Gusti Prabu memilih membuang pandangan ke depan. Mencoba memperhatikan materi pidato Djoko Pekik.

"Mohon Bapak Gubernur berkenan memberikan arahan, motivasi, sekaligus mencanangkan Puslatda PON XXI 2024 bagi Kontingen DIY," kata Djoko Pekik.

Tak berselang lama, HB X beranjak dari kursinya.

Gusti Prabu ikut berdiri memberikan penghormatan. Saat sang kakak menyampaikan arahan, Gusti Prabu serius menyimaknya.

“Pembinaan olahraga bukan hanya prestasi, tapi juga membangun karakter dan menjalin kebersamaan. Jadikan olaraga sebagai alat memperkuat persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa,” ajak Gubernur.

Saat HB X turun dari podium dan kembali ke kursi, semua tamu kehormatan berdiri. Gusti Prabu juga melakukan hal sama. HB X kemudian menjulurkan tangan.

Namun, hanya Djoko Pekik yang terlihat disalami gubernur. Gusti Prabu hanya menatap peristiwa tersebut.

Ketika acara bubar, keduanya lagi-lagi tidak saling pandang. Juga tak ada peristiwa saling berjabat tangan.

Gusti Prabu sempat menghormat dengan membungkukan badannya ke depan saat kakaknya berjalan di depannya.

Kali ini, gantian HB X yang memilih membuang pandangan ke muka. Tak sedikitpun menoleh ke arah sang adik.

Di sisi lain, bagi HB X dan Gusti Prabu, organisasi KONI bukan hal baru.

Semasa DIY dipimpin Gubernur Paku Alam VIII, selama delapan tahun 1990-1998, HB X menjadi ketua KONI DIY.

Sedangkan 2009-2017, gantian Gusti Prabu yang memimpin. Periode 2021-2025, Gusti Prabu menjadi Dewan Kehormatan KONI DIY. (kus/laz/bas)

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#gubernur diy #sabdaraja #PON #hamengku buwono