RADARMAGELANG.ID, Kudus– Universitas Muria Kudus (UMK) kembali menorehkan catatan prestasi akademik yang membanggakan di tengah era transformasi pendidikan global.
Melalui Program Studi Magister Pendidikan Dasar (MPD) Pascasarjana, UMK berhasil meluluskan sebanyak 32 mahasiswa yang telah menyelesaikan masa studi mereka dalam waktu 1 tahun 6 bulan (1,5 tahun)—sebuah pencapaian yang menunjukkan komitmen kuat terhadap mutu, kedisiplinan, dan kesiapan sumber daya manusia di bidang pendidikan dasar.
Jumlah keseluruhan yang lulus adalah 56 mahasiswa pada Tahun Ajar Genap 2024/2025.
Dalam upacara pelepasan wisuda yang diselenggarakan FKIP UMK yang berlangsung khidmat, para wisudawan MPD UMK menerima apresiasi atas perjuangan akademik mereka.
Prosesi ini bukan hanya menandai akhir perjalanan studi, tetapi juga membuka babak baru bagi para lulusan untuk berkontribusi aktif di tengah perubahan dinamika pendidikan nasional dan internasional.
Keberhasilan ini bukanlah hasil kerja yang singkat.
Program Studi MPD UMK telah lama membangun tradisi UNGGUL dalam meluluskan mahasiswa secara tepat waktu, semester demi semester.
Habitus akademik ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap lulusan tidak hanya menguasai teori pendidikan dasar, tetapi juga memiliki kemampuan praktis dan adaptif untuk segera mengimplementasikan ilmunya di tengah masyarakat pendidikan yang terus berubah.
Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana UMK, Prof. Dr. Sri Utaminingsih, M.Pd., mengungkapkan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kerja sinergis seluruh elemen dari pihak kampus—mulai dari mahasiswa, dosen, pengelola program, hingga ekosistem akademik yang mengedepankan budaya mutu dan inovasi.
"Kami membangun sistem perkuliahan yang tidak hanya berbasis akademik, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan problem solving, inovasi pembelajaran, serta adaptasi terhadap digitalisasi pendidikan. Kami bangga, karena mereka bukan hanya menjadi lulusan, tetapi agen perubahan di dunia pendidikan. Kunci keberhasilan kami adalah hubungan kemitraan antara dosen dan mahasiswa. Kami bukan hanya membimbing, tetapi tumbuh bersama," tegas Prof. Utaminingsih.
Adapun prestasi kelulusan ini semakin diperkuat dengan status Akreditasi UNGGUL yang telah diraih Program MPD UMK.
Akreditasi ini bukan sekadar penghargaan administratif, tetapi bukti konkret bahwa program ini memenuhi standar nasional tertinggi dalam mutu pendidikan, penelitian, pengabdian, dan manajemen program.
Tidak berhenti di tingkat nasional, Program MPD UMK kini menargetkan Akreditasi Internasional, sejalan dengan visi globalisasi pendidikan tinggi Indonesia.
Upaya ini merupakan bagian dari aktualisasi UMK sebagai lembaga pendidikan yang mampu mencetak sumber daya manusia berdaya saing global, kompetitif di tengah kompetisi regional Asia Tenggara dan dunia.
"Kami dalam proses memperkuat jejaring internasional, memperbanyak kolaborasi penelitian, serta mengembangkan kurikulum berbasis global literacy dan digital competency. Target kami adalah menjadikan MPD UMK sejajar dengan program-program pendidikan terbaik di Asia," ungkap dosen pengampu perkuliahan, Dr. Nur Fajrie, M.Pd.
Dunia pendidikan saat ini berada di persimpangan besar: antara pendekatan konvensional dan tuntutan era digitalisasi.
Di tengah perubahan cepat ini, lulusan MPD UMK dipersiapkan bukan hanya untuk menjadi guru dalam arti tradisional, tetapi juga inovator pembelajaran digital, pendidik berbasis teknologi, dan pemimpin komunitas pembelajar.
Penguasaan terhadap platform e-learning, pembuatan media pembelajaran berbasis digital, hingga kemampuan membangun pendekatan pedagogis berbasis teknologi (blended learning, flipped classroom, digital storytelling) menjadi kompetensi wajib yang telah dibekalkan selama masa studi.
Dalam testimoninya, salah satu lulusan terbaik, Durrotun Ma’rufah, M.Pd., menyatakan bahwa pengalaman kuliah di MPD UMK membentuk dirinya untuk siap mengintegrasikan teknologi ke dalam proses belajar-mengajar.
"Kami dibekali mindset untuk menjadi guru pembelajar sepanjang hayat, bukan hanya pengajar di kelas. Dunia digital adalah sahabat kita, bukan ancaman," ujarnya.
Keberhasilan MPD UMK tidak lepas dari sinergi seluruh komponen: pengelola program, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa yang memiliki semangat tinggi untuk belajar dan berkembang.
Kualitas layanan akademik yang mengedepankan pendekatan humanis dan mentoring individual menjadi kunci utama.
Setiap mahasiswa MPD UMK menjalani proses bimbingan intensif untuk tugas akhir, disertasi mini, dan berbagai proyek inovasi pendidikan.
Sistem monitoring akademik yang ketat serta pendekatan personalisasi pembelajaran memungkinkan setiap potensi mahasiswa berkembang optimal.
Dengan kelulusan ini, UMK menegaskan kembali posisinya sebagai pilar pendidikan di wilayah Pantura Jawa Tengah dan sebagai bagian dari ekosistem pendidikan nasional.
Lulusan MPD UMK diharapkan tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga agen perubahan, penggerak inovasi pendidikan, dan pembangun komunitas pembelajar di era society 5.0. Program MPD UMK juga berkomitmen untuk terus memperluas pengaruhnya melalui program pertukaran pelajar dan dosen dengan universitas luar negeri.
Kegiatan penelitian bersama dalam bidang pendidikan dasar berbasis teknologi dan pengembangan kurikulum berbasis literasi digital dan budaya global.
Dengan semangat transformasi pendidikan berbasis digitalisasi, Universitas Muria Kudus terus bergerak maju, tidak hanya mengukir prestasi di tingkat nasional, tetapi juga membangun fondasi kokoh untuk bersaing dan berkontribusi di panggung pendidikan dunia.
“Selamat untuk para lulusan MPD UMK dalam progress dan cita-citanya ke depan. Selamat generasi pendidik untuk mengabdi, berinovasi, dan menjadi cahaya perubahan untuk masa depan pendidikan Indonesia dan dunia,” kata Prof. Utaminingsih. (aro/bis)
Editor : H. Arif Riyanto