RADARSEMARANG.ID, Semarang —Istilah “Kamis Putih” dalam bahasa Indonesia berasal dari terjemahan tradisi liturgis Barat.
Dalam bahasa Latin, hari ini dikenal sebagai Feria Quinta in Coena Domini atau “Kamis dalam Perjamuan Tuhan”.
Kata “putih” mengacu pada warna liturgi yang digunakan dalam misa Kamis Putih, yakni putih, sebagai lambang sukacita, kesucian, dan kemuliaan.
Baca Juga: Klaim Sekarang Kode Redeem FF Free Fire Hari Ini Edisi Timnas U-17 Terbaru
Berbeda dari warna merah pada Jumat Agung, atau ungu di masa Prapaskah, warna putih mencerminkan rahmat kasih Kristus yang dicurahkan dalam peristiwa-peristiwa suci yang diperingati hari itu.
Secara historis, Kamis Putih berakar dari Perjamuan Terakhir yang dilakukan Yesus bersama para murid-Nya pada malam sebelum Ia ditangkap dan disalibkan.
Dalam perjamuan itulah Yesus menetapkan Sakramen Ekaristi dan memperlihatkan kasih serta kerendahan hati melalui pembasuhan kaki para murid.
Kamis Putih menandai dimulainya penderitaan Yesus secara liturgis-peralihan dari masa Prapaskah menuju puncak misteri keselamatan, yaitu sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya.
Perjamuan Terakhir juga menjadi peristiwa penting yang mencerminkan penyatuan kasih Allah dengan manusia melalui pengorbanan Yesus.
Jumat Agung adalah Hari Jumat sebelum Minggu Paskah, hari peringatan Penyaliban Yesus Kristus dan wafatnya di Golgota.
Hari kematian itu sendiri tidak dicatat jelas di Alkitab.
Ada yang menduga jatuh pada hari Rabu, tetapi lebih banyak yang menempatkan pada hari Jum’at.
Berdasarkan rincian kitab suci mengenai Pengadilan Sanhedrin atas Yesus, dan analisis ilmiah, peristiwa penyaliban Yesus sangat mungkin terjadi pada hari Jum’at, tetapi tanggal terjadinya tidak diketahui dengan pasti, dan akhir-akhir ini diperkirakan terjadi pada tahun 33 Masehi, oleh dua kelompok ilmuwan, dan sebelumnya diperkirakan terjadi pada tahun 34 Masehi oleh Isaac Newton via perhitungan selisih-selisih antara kalender Yahudi dan kalender Julian dan besarnya bulan sabit
Jadwal misa Kamis Putih 2025 di Semarang sudah diumumkan oleh Keuskupan Agung Semarang.
Kamis Putih merupakan salah satu momen penting dalam perayaan Tri Hari Suci yang mengingatkan umat akan perjamuan terakhir Yesus dengan murid-murid-Nya.
Adapun dalam jadwal perayaan Tri Hari Suci meliputi Kamis Putih, Jumat Agung, dan Paskah.
Baca Juga: Polemik Ijazah Palsu Jokowi Tunjukkan Ijazah SD Sampai Lulus Kuliah
Pekan Suci dimulai dengan Minggu Palma pada 13 April 2025, diikuti dengan Kamis Putih pada 17 April 2025 yang memperingati perjamuan terakhir Yesus bersama murid-murid-Nya.
Jumat Agung yang diperingati pada 18 April 2025 mengenang pengorbanan Yesus di kayu salib.
Pada Sabtu Suci, umat Katolik mengenang Yesus yang dimakamkan, dan Minggu Paskah pada 20 April 2025 menjadi perayaan Kebangkitan Yesus, yang menandai kemenangan hidup atas maut.
Jadwal Misa Kamis Putih 2025 di Semarang Bagi umat Katolik di Semarang, berikut adalah jadwal misa Kamis Putih sekaligus Jumat Agung dan Paskah yang bisa dihadiri:
Jadwal Misa Kamis Putih (17 April 2025)
Gereja SPMRRS Randusari Katedral Semarang:
18.00 WIB
21.00 WIB
Gereja Stasi Santo Paulus Sampangan:
18.00 WIB
Jadwal Jumat Agung (18 April 2025)
Gereja SPMRRS Randusari Katedral Semarang:
08.00 WIB (Jalan Salib)
14.30 WIB
18.00 WIB
Gereja Stasi Santo Paulus Sampangan:
07.00 WIB (Visualisasi)
Baca Juga: Gaji PNS, Pensiunan, TNI dan Polri 2025 Segera Cair, Jadi Naik 16 Persen?
15.00 WIB
Jadwal Vigili Paskah (19 April 2025)
Gereja SPMRRS Randusari Katedral Semarang:
17.30 WIB
21.30 WIB
Gereja Stasi Santo Paulus Sampangan: 18.00 WIB
Hari Raya Paskah (20 April 2025)
Gereja SPMRRS Randusari Katedral Semarang:
06.00 WIB
08.00 WIB
11.00 WIB
18.00 WIB
Gereja Stasi Santo Paulus Sampangan: 07.00 WIB
Kapel Markus: 18.00 WIB
Baca Juga: Rp 50 Jutaan Sudah Bisa Beli Mobil Seken Toyota Avanza, Ini Harga Toyota Avanza Bekas 2025
Kapel Maria Fatima: 18.00 WIB
Selain itu, ada juga gereja-gereja lain di Semarang yang menyelenggarakan misa Kamis Putih pada waktu yang berbeda.
Misa Kamis Putih 2025 akan membawa umat untuk mengenang dan merayakan perjamuan terakhir Yesus bersama murid-murid-Nya, yang mengandung makna pelayanan dan saling mengasihi. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi