Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

106 Sekolah Terdampak Banjir Grobogan dan Demak, Ini Rinciannya

Khafifah Arini Putri • Kamis, 15 Februari 2024 | 23:21 WIB
Disdikbud Jateng memberikan bantuan kepada sekolah yang terdampak banjir.
Disdikbud Jateng memberikan bantuan kepada sekolah yang terdampak banjir.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah menyebut sebanyak 24 sekolah dibawah naungannya terdampak banjir di Grobogan dan Demak. Pembelajaran pun dilaksanakan secara daring.

Diketahui sebanyak 24 sekolah tersebut merupakan jenjang SMA/SMK Negeri dan Swasta serta SLB. Rinciannya ada 22 sekolah yang terkena banjir di Grobogan. Terdiri dari 9 SMA, 12 SMK, dan 1 SLB.

Sementara di Demak ada 2 SMA yang terkena banjir. Yakni SMA Negeri 1 Karanganyar dan SMA Negeri 1 Mijen. Selain itu 82 sekolah jenjang SD dan SMK juga kena imbas banjir.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Jateng Kustrisaptono mengatakan banjir di Grobogan yang terjadi pada Selasa (6/2) hingga Kamis (8/2) lalu mengakibatkan sejumlah sekolah terkena imbas. Sehingga proses belajar mengajar tidak bisa berjalan normal.

"Di Grobogan yang terdampak ada, SMA-nya 9, SMK-nya 12, SLB nya 1. Alhamdulillah ini sudah surut semua sedang kita lacak sekolah-sekolah kondisinya seperti apa yang terdampak," jelas Kustri saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (15/2).

Ia menambahkan setiap sekolah telah menerapkan satuan pendidikan aman bencana (SPAB). Tujuannya agar sekolah lebih tanggap bencana. Salah satunya dengan menempatkan lab komputer di lantai atas. Sehingga kerugian bisa diminimalisir.

"Alhamdulillah sekolah-sekolah sudah melaksanakan satuan pendidikan aman bencana ya. Sehingga yang terdampak (banjir) kerusakannya di bisa diminimalisasi," tambahnya.

Lebih lanjut Disdikbud Jateng juga telah memberikan bantuan kepada sekolah-sekolah yang terdampak banjir.

Diantaranya SMA N 1 Godong yang rusak pada pagar sekolahnya, lalu SMA N 1 Toroh kerusakan ada pada lab IPA, dan SMA N 1 Purwodadi terdampak di 6 ruang kelas dan mushola.

Bantuan tersebut diperoleh dari dana Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan dana lainnya. Kepala Disdikbud Jateng Uswatun Hasanah dan jajarannya melakukan pemantauan memberikan bantuan secara langsung.

Bantuan selanjutnya akan diserahkan secara bertahap. Terlebih bukan hanya sekolah yang terkena banjir melainkan juga rumah para siswa.

"Karena kita bergerak cepat sementara baru tiga sekolah yang diberikan melalui dana UPZ. Tadi juga ada bantuan 50 tas dan ATK baru kita bagikan. Nanti tahapan berikutnya ada lagi untuk anak-anak," tegasnya.

Kustri mengaku untuk sementara waktu pembelajaran di lakukan secara daring dengan memberikan penugasan pada siswa.

Kendati demikian mulai Kamis (15/2) pembelajaran sudah normal kembali secara tatap muka.

"Memang kemarin selama banjir kita menggunakan pembelajaran secara daring tetapi sekarang sudah berjalan normal," akunya.

Terpisah Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II, Haris Wahyudi mengatakan ada dua SMA yang terdampak dari banjir yang terjadi di Demak. Diantaranya SMA N 1 Karanganyar dan SMA N 1 Mijen. Yang paling parah adalah SMA Karanganyar. Tingkat ketinggian air bahkan hampir dua meter.

"Yang terdampak di Demak tingkat SMA/SMK ada 2 sekolah. Yang satu SMA N 1 Karanganyar dari hari Kamis kemarin (8/2) sampai hari ini (Kamis,15 Februari 2024) masih terendam air. Dulu sampai hampir 2 meter, sekarang tinggal setengah meteran saja sudah agak surut," jelas Haris.

Sedangkan SMA N 1 Mijen baru terdampak selama dua hari dan kondisinya sudah surut. Sementara untuk tingkat SD dan SMP ada 82 sekolah yang terkena banjir.

"SMA hanya 2 kalau SD sama SMP ada 82," tandasnya. (kap/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#BANJIR #SEKOLAH #demak #Grobogan