"Kondisi jalan yang menjadi koreksi kami, perjalanan dari Jawa Barat ke Jawa Tengah, kami menemukan beberapa titik yang belum dibenahi, masih ada lubang-lubang, mulai dari Pejagan - Pemalang, Pemalang - Batang dan Batang - Semarang," ungkap Sekretaris BPJT PUPR Triono Junoasmoro di Gerbang Tol Kalikangkung, Kamis (23/2).
"Jadi nanti akan kami sampaikan surat permohonan dan memastikan bahwa di minggu pertama, lubang-lubang sudah bisa tertutup permanen. Sehingga ketika nanti saya survei menjelang lebaran sudah tertutup semua," harapnya.
Pihaknya juga menyampaikan terkait kondisi rest area di Jawa Tengah. Menurutnya, yang masih menjadi perhatian yakni rest area 379 A Batang. Sebab, lokasi tersebut selalu terjadi kepadatan saat arus mudik dan balik lebaran serta hari besar lainnya.
"Untuk rest area di Jawa Tengah yang menurut kajian kami, titik lelah pengguna tol di rest area 379 A Tol Batang - Semarang. Itu nanti menjadi perhatian kami, supaya masyarakat bisa masuk atau istirahat dengan nyaman," tandasnya.
Dia mengatakan, mobil listrik yang semakin marak juga menjadi perhatian, khususnya terkait pengisian daya supaya tidak menimbulkan permasalahan di ruas jalan tol akibat mogok maupun sebagainya.
"Untuk mobil listrik, charger mobil listrik di arus balik cuma ada satu, yakni di Km 389. Kemudian memaksimalkan next area yang ada. Karena masih banyak masyarakat ketika sampai di Batang, yang menanyakan rest terdekat. Pastikan semua CCTV berfungsi," katanya.
Dia berharap dalam persiapan menyambut arus mudik dan balik lebaran ini, kondisi jalan tol yang berlubang segera teratasi. Sehingga tidak membahayakan pengguna jalan tol.
Hal senada dikatakan Kakorlantas Polri Irjen Firman Santyabudi. Ia mengakui, saat menyambangi Jateng, ia menyoroti kondisi beberapa titik jalan tol di Jateng yang berlubang.
"Iya, tadi perjalanan ke Semarang ada beberapa pekerjaan yang harus dilakukan, seperti jalan berlubang di jalan tol yang membahayakan pengguna jalan tol,” paparnya.
Menurutnya, potensi gangguan bagi pengguna jalan tol lainnya, yakni asap pembakaran yang beberapa lalu menyebabkan kecelakaan di tol Jateng. Pihaknya meminta semua pihak bekerja sama untuk mengawasi dan mencegah kejadian itu tidak terulang kembali.
"Meski saat ini musim hujan, nanti bulan Maret-April saat mudik beda lagi, perlu imbauan ke masyarakat agar tidak terjadi gangguan di jalan," paparnya.
Terkait kesiapan rest area, lanjut Firman, para pengguna jalan tol harus dilayani dengan memasukkan kendaraan ke dalam rest area dan bukan berhenti di depan pintu rest area yang menyebabkan sumbatan, hingga menimbulkan kemacetan mengular.
"Kita evaluasi di rest area, karena ada atensi pimpinan, termasuk ketersediaan pengisian bahan bakar untuk mobil. Hasil survei sampai kesiapan hari H nanti kita sampaikan ke masyarakat," katanya di sela mencoba ETLE drone. (mha/aro) Editor : Agus AP