
RADARSEMARANG.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026, yang akan berlangsung di Kota Semarang pada 11–20 September 2026.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar mengatakan, persiapan terus dikawal bersama untuk memastikan seluruh rangkaian MTQ berjalan lancar.
Pengawalan tersebut mencakup kesiapan venue, layanan kafilah, transportasi, kesehatan, maupun kebutuhan lainnya yang diarahkan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh kafilah.
Dari 12 venue musabaqah yang disiapkan, masih terdapat lima venue, termasuk venue utama di Lapangan Simpang Lima Semarang, yang dalam proses penyelesaian.
“Kami secara berkelanjutan melakukan pemantauan di Lapangan Simpang Lima Semarang yang akan menjadi venue utama,” kata Iwan saat acara Pemaparan Kesiapan Jawa Tengah sebagai Tuan Rumah MTQ Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026 di Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026,
Ia mengatakan, pihak ketiga yang telah ditetapkan menjadi penyedia, telah bekerja maksimal sesuai jadwal yang ditetapkan.
Menurutnya, kesiapan venue menjadi salah satu bagian yang terus mendapat perhatian karena pelaksanaan musabaqah akan berlangsung di sejumlah lokasi. Selain venue utama di Lapangan Simpang Lima, lokasi lainnya antara lain Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah, Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo, Auditorium Kanwil Kemenag Jawa Tengah, serta sejumlah gedung di lingkungan Universitas Diponegoro.
Di sisi lain, kesiapan kedatangan peserta juga terus dimatangkan. Hasil koordinasi tim penghubung atau Liaison Officer (LO) dengan 38 provinsi memperkirakan sekitar 2.833 kafilah dan official akan datang ke Jawa Tengah. Mereka dimungkinkan datang beserta pendamping dan rombongan lainnya, sehingga jumlah yang terlibat dalam rangkaian MTQN diperkirakan mencapai 7.000 orang.
Dalam pelayanan tamu, pihaknya melibatkan berbagai stakeholder, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tim penghubung, dan lainnya. Pelayanan kafilah diperkuat dengan melibatkan 190 ASN dari 38 perangkat daerah Provinsi Jawa Tengah sebagai tim penghubung. Mereka akan mendampingi kafilah sejak kedatangan, selama mengikuti rangkaian kegiatan, hingga kepulangan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




