Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sarif Kakung Minta Ada Pemetaan Potensi Desa Wisata

M
Penulis: Miftahul A’la❯
Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mendorong adanya pemetaan produk dan menu Desa Wisata hingga kesesuaian dengan selera pasar. 


Advertisement

Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi penggerak desa wisata saat ini bukan hanya soal tata kelola dan manajemen.

“Melainkan kebutuhan nyata akan pendampingan langsung dan arahan strategis,” ungkap Sarif Abdillah.

Kakung, sapaan akrab Sarif Abdillah menegaskan, hal tersebut dinilai penting agar desa wisata tidak terjebak pada pola ikut-ikutan atau tren sesaat yang justru menghilangkan keunikan lokal.

Advertisement

“Misalnya, ada desa membuat kolam renang, semua bikin kolam renang, satu bikin apa. Karena itu, pandungan ini sangat dibutuhkan,” tegas politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Menurut Kakung, selama ini banyak desa wisata tumbuh dari inisiatif masyarakat dengan modal swadaya dan semangat gotong royong. 

Photo
Photo

“Namun jikan tanpa panduan yang terarah, potensi sumber daya manusia dan alam yang dimiliki desa belum sepenuhnya mampu diterjemahkan menjadi produk wisata yang berdaya saing dan berkelanjutan,” jelas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.

Kakung juga menekankan agar kebijakan penganggaran ke depan lebih fokus pada penguatan desa wisata secara langsung. 

Advertisement

“Penguatan ini dapat diarahkan pada pendampingan berkelanjutan dan dukungan pembiayaan yang benar-benar dirasakan oleh desa wisata, bukan sekadar kegiatan seremonial,” bebernya.

Tahun 2026 ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan pembangunan 1.000 desa wisata. Saat ini ada sebanyak 886 desa wisata yang sudah dibangun.

Kakung pun berharap, pembangunan disesuaikan dengan keunggulan spesifik sesuai dengan potensi lokal setempat.

“Pembangunan desa wisata harus didorong dengan cara pemberian pelatihan dan pembelajaran seputar strategi pemasaran daerah pariwisata,” jelasnya.

Diharapkan desa wisata yang dibangun melalui pendampingan pemerintah ini dapat membuat desa mandiri dan berdaya, sehingga meningkatkan ekonomi lokal.

“Sehingga sektor pariwisata juga akan berperan sebagai penggerak utama pertumbuhan sekaligus pemerataan ekonomi daerah,” terang Kakung.

Apalagi, lanjut Kakung, Jawa Tengah memiliki keunggulan komparatif melalui pengembangan kawasan aglomerasi pariwisata yang terintegrasi. 

“Tinggal pemerintah juga perlu mendorong diversifikasi produk pariwisata untuk memperluas segmentasi pasar,” tandasnya.

Advertisement
Editor : Baskoro Septiadi
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer