Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemprov akan Evaluasi Aktivitas Tambang di Jateng

A

 

Gus Yasin, sapaan akrabnya, di acara UI Greenmetric 2025, Announcment and Awarding, di Muladi Dome Undip Semarang
Gus Yasin, sapaan akrabnya, di acara UI Greenmetric 2025, Announcment and Awarding, di Muladi Dome Undip Semarang

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menjaga lingkungan dan hutan. Menurutnya, Pemprov Jateng akan mengkaji lagi tambang-tambang di Jawa Tengah, apakah sesuai dengan tata ruang atau tidak.


Advertisement

"Di Gunung Slamet, di Banyumas, di Muria, oleh teman-teman dinas LH, kita kaji lagi tambang-tambang, apakah sesuai dengan tata ruang atau tidak, dan membahayakan atau tidak," kata Gus Yasin.

Lebih lanjut, Gus Yasin mengatakan, sebagaimana disampaikan Menteri LH dalam acara tersebut, bencana yang terjadi di Sumatera, tidak lepas dari intensitas hujan. Oleh karenanya, dia mengajak supaya perlindungan hutan harus dikembalikan.

"Hutan harus kita proteksi. Aktivitas penambangan kita awasi, karena di Jawa Tengah juga masih banyak hutan-hutan yang sekarang berubah dan pindah fungsi alih fungsi," ujarnya.

Advertisement

Gus Yasin yang hadir mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, berbagai langkah strategis upaya ramah lingkungan juga sudah dilakukan, melalui sinergi dengan perguruan tinggi.

"Kami sudah melakukan MOU dengan kampus-kampus yang ada di Jawa Tengah. Artinya kita mendorong yang disampaikan oleh Pak Rektor Undip untuk ramah lingkungan. Dan di Undip ini sudah dilaksanakan. Kami sudah beberapa kali mengadopsi untuk kita bawa ke masyarakat," kata Gus Yasin.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengemukakan, Kementrian Lingkungan Hidup mendukung langkah tegas yang dilakukan oleh Pemprov Jateng terkait aktivitas penambangan di Gunung Slamet.

Advertisement

"Saya mendukung apa yang disampaikan oleh Bapak Gubernur. Kami tidak segan-segan mengambil langkah tegas terhadap kondisi di Gunung Slamet. Bilamana di dalam evaluasinya ternyata seluruh kajian tata lingkungannya tidak mampu lagi menanggung beban lingkungan maka ya harus dipikirkan untuk dicabut," ujarnya. (*)

Advertisement
Editor : Baskoro Septiadi
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Taj Yasin Akui Belum Terima Surat Pencopotan Sekjen PPP

Taj Yasin Akui Belum Terima Surat Pencopotan Sekjen PPP

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen angkat bicara terkait kabar pencopotannya dari jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2025-2030. Ia menyebut hingga Selasa (3/11),

Ahmad Luthfi Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi Kasus Hamalatul Quran Sukoharjo

Ahmad Luthfi Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi Kasus Hamalatul Quran Sukoharjo

Ahmad Luthfi mengimbau masyarakat tidak terprovokasi kasus Hamalatul Quran Sukoharjo. Pemprov Jateng juga memberikan pendampingan kepada santri terdampak.

Pemprov Jateng Raih Rekor MURI, Kumpulkan 31 Ribu Liter Minyak Jelantah dari 60 Ribu ASN

Pemprov Jateng Raih Rekor MURI, Kumpulkan 31 Ribu Liter Minyak Jelantah dari 60 Ribu ASN

Pemprov Jateng meraih rekor MURI setelah 60.680 ASN mengumpulkan 31.032 liter minyak jelantah senilai Rp217,2 juta.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer