ACT Berikan Penghargaan kepada “The Excocet”, Ellyas Pical

355

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA – Tim Mobile Social Rescue (MSR)-ACT memberikan tanda penghargaan kepada atlet veteran Indonesia, di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan. Penghargaan berupa bantuan dana ini merupakan program lanjutan dari kerjasama Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Kitabisa.com dan Grab Indonesia. Program “Penghargaan Atlet Veteran tahun 2019” bertujuan untuk menghargai perjuangan para atlet veteran yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia.

Dari tujuh atlet veteran, ACT turut menyambangi Ellyas Pical, Sang legendaris tinju yang pernah membawa nama Indonesia ke kancah dunia. Ia terkenal dengan julukan ‘The Exocet’, atas kecepatan dan kekuatan pukulannya yang seperti rudal asal Prancis. Dalam usia yang tidak lagi muda, Ellyas masih dapat mengingat baik cerita-cerita dibalik piagam yang berjejer di lemarinya dan bagaimana awal berkarir. Ia menceritakan kisah-kisahnya semasa masih berlaga di arena tinju.

Ellyas menjelaskan bagaimana ia mengalahkan petinju asal Korea Selatan, Chun Du Jo. Pertandingan itu merupakan kejuaraan dunia tinju kelas bantam junior versi IBF, 3 Mei 1983 lalu. “Ketika dia memukul saya, saya menghindar lalu mundur sedikit. Kemudian saya kasih dia hook tepat di rahang kanannya. Setelah itu langsung KO dia,” ujar Ellyas sembari mempergakan gerakannya itu kepada tim Mobile Social Rescue (MSR) – Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Pikiran menjadi petinju terbesit di benak Ellyas Pical pada saat ia baru berumur 14 tahun. Selain karena hobi, pada masa itu ia melihat Muhammad Ali bertanding di layar kaca. Terinspirasi dengan Ali, ia kemudian bercita-cita untuk menjadi juara dunia dalam cabang olahraga tinju. Meskipun awalnya, keputusan tersebut sempat tidak disetujui orangtuanya. “Mama saya tidak mau, lalu ada adiknya mama saya (paman) yang bilang ‘Jangan ditolak-tolak. Kalau anak (kamu) mau kenapa harus ditolak? Dia ingin menjadi atlet, ya biarkan saja dia berjalan. Mudah-mudahan dia bisa menjadi orang yang baik, lalu terkenal. Eh, betul terjadi,” kenang Ellyas.