Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

North Coast, Cara Tendbir Menaklukan ‘Neraka’ Pantura

Sulistiono
Penulis: Sulistiono❯
50 cyclist dari Semarang dan berbagai kota di tanah air berpose jelang start di halaman gedung DPRD Kota Semarang. (Sulistiono/Jawa Pos Radar Semarang)
50 cyclist dari Semarang dan berbagai kota di tanah air berpose jelang start di halaman gedung DPRD Kota Semarang. (Sulistiono/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID, Semarang – Klub sepeda Tendbir Semarang, kembali menghelat event bersepeda, North Coast 2020. Manager Club Tendbir, Guritno Wibisono menyebut North Coast merupakan tradisi  tahunan yang di gelar klubnya menyusuri Pantai Utara (Pantura)  Jawa.

“Ini tradisi yang kami gelar sejak 2010, di mulai beberapa pesepeda Tendbir secara sederhana, mulai dari rute Semarang - Cirebon pergi pulang, sampai akhirnya Semarang - Jakarta dalam 2 hari bersepeda,” tutur pria yang akrab dipanggil Lek Gur.

Bagi cyclist member Tendbir maupun pesepeda yang turut dalam event tahunan ini, North Coast ibarat ujian puncak tahunan bersepeda. Jarak yang jauh dengan rata-rata hari pertama mencapai 250 km dan hari kedua 150-180 km, menuntut kebugaran penuh peserta.

“Bagi peserta North Coast bagaikan neraka dalam tanda kutip, selain jarak yang harus ditempuh, juga mereka harus menaklukkan  panasnya pantura, angin yang kencang dan cuaca yang bisa berubah setiap saat dalam kondisi seperti saat ini,” imbuh Ketua Harian Tendbir, Aryanto Nugroho.

North Coast 2020 yang di ikuti 50 peserta dari berbagai kota di tanah air, menurut ketua panita, Tony MSK, akan di gelar  13-15 November 2020, terbagi dalam 2 etape. Etape pertama start dari Balaikota Semarang, Jl Pemuda, peserta akan menempuh jarak  240 km Semarang-Cirebon. Etape kedua, Cirebon-Bandung, Sabtu (14/11/2020).“Etape pertama peserta akan melalui pantura barat finish di Cirebon, etapa kedua peserta akan melewati Sumedang, Cadas Pangeran, Jatinangor, hingga Bandung” ungkap Tony MSK.

Tony menambahkan, pelaksanaan North Coast tahun ini tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat“Kami batasi jumlah peserta,wajib memakai masker saat istirahat, mengurangi saling berbincang saat bersepeda tanpa masker, dan menghindari kerumunan saat berada di titik pemberhentian,” cetus pria yang biasa disapa Prof Tony ini. (sls/bas)

 

 

Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer