Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukan Adegan Film! Pemain GJLS Berapi-Api Dibikin Histeris oleh Ular

I
Penulis: Ida Fadilah❯

 


Advertisement

Suasana special screening film GJLS Berapi-Api di Mall Ciputra Semarang riuh kehadiran Damkar Semarang yang membawa ular, Minggu (18/10/2026). (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Suasana special screening film GJLS Berapi-Api di Mall Ciputra Semarang riuh kehadiran Damkar Semarang yang membawa ular, Minggu (18/10/2026). (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Jago melawak di depan kamera, belum tentu berani menghadapi ular sungguhan. Itulah yang terjadi saat para pemain GJLS Berapi-Api mengikuti special screening di XXI Mall Ciputra Semarang.

Begitu petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang mengeluarkan ular, suasana langsung pecah. Teriakan histeris pun mewarnai acara tersebut.

Advertisement

Kejutan itu bukan sekadar aksi iseng. Para pemain diajak merasakan langsung salah satu tantangan yang biasa dihadapi petugas damkar saat menolong masyarakat. Bedanya, kali ini bukan adegan film. Ular yang dihadapi benar-benar hidup!

Hifdzi Khoir terang-terangan mengaku ciut nyali. Padahal, selama proses produksi, para pemain sudah mendapat workshop penanganan sejumlah situasi darurat. Mulai dari memadamkan api kecil dan besar hingga memegang buaya yang ditutup karung. Namun, urusan ular ternyata menjadi pengecualian.

Advertisement

“Ular saya yang paling takut. Si ular. Heeh. Saya enggak biasa megang yang banyak-banyak. Ini hebat namanya Damkar,” ujar Hifdzi, masih menunjukkan ekspresi ketakutan.

Film yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 5 November 2026 itu dibintangi Rigen Rakelna, Ananta Rispo, Hifdzi Khoir, Aurra Kharisma, Carissa Perusset. Kali ini, GJLS mencoba keluar dari zona nyaman.

Jika film sebelumnya, GJLS: Ibuku Ibu-Ibu, mengandalkan cerita absurd dan komedi yang lepas, GJLS Berapi-Api menawarkan kisah yang lebih terstruktur. Latar ceritanya pun lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari: perjuangan petugas pemadam kebakaran menjalankan tugas di tengah beragam persoalan masyarakat.

Rigen menyebut perubahan konsep itu menjadi tantangan tersendiri. Mereka ingin membuktikan bahwa GJLS tak hanya bisa mengandalkan kelucuan absurd.

“Setelah film pertama selesai tayang, kami ngobrol dan mencoba menantang diri sendiri. Bisa enggak sih GJLS bikin film yang benar-benar berbeda, dengan konsep lebih serius, cerita lebih matang, tetapi tetap lebih lucu?” kata Rigen.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dari Korban PHK hingga Berangkat Umrah, Bluebird Jadi Keluarga Kedua Budi Prasetyo

Dari Korban PHK hingga Berangkat Umrah, Bluebird Jadi Keluarga Kedua Budi Prasetyo

Berawal dari korban PHK. Budi menemukan keluarga kedua di Bluebird. Ia bisa bangkit kembali mengais rezeki untuk keluarga. Selain itu juga bisa menyekolahkan anaknya dengan beasiswa dan juga mengumrahkan kedua orang tua.

Dukung UMKM Perluas Pasar, JNE Semarang Juga Salurkan Bantuan ke Panti Wredha

Dukung UMKM Perluas Pasar, JNE Semarang Juga Salurkan Bantuan ke Panti Wredha

Dukungan terhadap pelaku usaha tidak hanya dilakukan melalui layanan pengiriman. JNE juga berupaya memperkuat hubungan dengan pelanggan sekaligus membangun kolaborasi bisnis dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Saling Tantang di Medsos, Pemuda 19 Tahun Jadi Tersangka Tawuran Maut di Semarang

Saling Tantang di Medsos, Pemuda 19 Tahun Jadi Tersangka Tawuran Maut di Semarang

Perkembangan tawuran Genuk Semarang, 26 Oktober 2026: polisi menetapkan tersangka berusia 19 tahun dan mengungkap dugaan pemicu dari DM Instagram.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer