alexametrics

Bikin Merinding! Terdengar Suara Gamelan Misterius di Jembatan Talang Lamper Semarang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Jembatan Talang sudah berumur puluhan tahun. Di sekitar jembatan penghubung Jalan Tanggul dengan Jalan Lamper Tengah ini, pernah terdapat peristiwa tenggelamnya tiga pemuda. Diyakini ada kerajaan gaib di sini.

Sekitar pukul 09.00 WIB saat Jawa Pos Radar Semarang ini tiba, hujan deras menambah suasana angker di Jembatan Talang. Salah seorang warga Gayamsari RW 1, Sukini, 68, menjelaskan Jembatan Talang menghubungkan tiga kecamatan, yakni Kelurahan Gayamsari Kecamatan Gayamsari, Kelurahan Lamper Tengah Kecamatan Semarang Selatan, dan Kelurahan Sendangguwo Kecamatan Tembalang.

Jembatan ini dibangun pada masa kolonial Belanda. “Karena itu sudah ada sejak mbah saya, mas,” katanya ketika ditemui di rumahnya yang tak jauh dari jembatan.

Baca juga:  Tiga Kali Diperingatkan Suara di Atap

Warga lain, Pujianto, 40, menjelaskan pada 2000 lalu, sekitar pukul 13.00, empat pemuda berniat memancing di sekitar Jembatan Talang. Salah satunya teman Puji yang bernama Agus. Puji yang saat itu akan mengantar teman lainnya ke daerah Pasar Kambing sempat disapa Agus di dekat jembatan. Agus mengatakan melihat banyak ikan di bawah jembatan. “Tetapi kami melihat tidak ada (ikan),” kata Puji.

Sekembalinya dari Pasar Kambing, Puji menemui suasana di jembatan sudah ramai. Rupanya ada sejumlah pemancing yang dikabarkan tenggelam. Salah satunya Agus. “Jadi yang tenggelam itu tiga orang. Mereka usia 17 tahunan,” katanya.

Warga meyakini ketiga pemancing ini ditarik bidadari ke kerajaan gaib di dasar sungai. Sore hari, ketiga pemuda ini tiba-tiba timbul ke permukaan dalam kondisi bertumpuk dan tak bernyawa. Ada semacam bekas tangan di bagian dadanya.

Baca juga:  Kaki Panas dan Suara Gemuruh di Dalam Gedung Bekas Rumah Sakit Ibnu Sina

Tengah malam usai kejadian, lanjut Pujianto, terdengar suara gamelan di sepanjang sungai hingga rumah Agus yang ada di Sendangguwo. “Koyok wong ngantenan, mas,” katanya.

Tiga tahun setelah itu, kata dia, ada mahasiswa sebuah perguruan tinggi negeri di Semarang asal Mranggen usai mengantar temannya ke daerah Lamper sekitar pukul 21.00. Ia berjalan kaki di sekitar jembatan. Dari penglihatan Puji, mahasiswa tersebut menghampiri tepi sungai. Kontan saja ia berteriak untuk mencegahnya nyemplung ke sungai.

Mendengar teriakan Puji, mahasiswa tersebut seperti tersadar. Ia langsung ketakutan dan segera lari menjauh dari sungai. Ketika ditanya, mahasiswa tersebut mengaku melihat ada tiga pemuda yang terjun ke sungai. Ia lantas ingin menolong mereka dan menghampiri tepi sungai sebelum teriakan Puji menyadarkannya. “Dia sudah hampir nyemplung. (Kondisinya) sesudah hujan seperti ini mas,” katanya.

Baca juga:  Misteri Pohon Kelor di Tikungan Gunung Brintik

Jembatan yang memiliki lebar 1,5 meter dan panjang 100 meter ini memiliki rangka besi dan lantai kayu. Sehari-hari, digunakan melintas warga yang berjalan kaki, bersepeda maupun mengendarai motor. Berulangkali jembatan ini direnovasi lewat kerja bakti. Tapi belum ada rencana akan diganti dengan jembatan beton. (fgr/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya