alexametrics

Makam Sidogemah yang Terdampak Tol Semarang-Demak Menyisakan Sejumlah Cerita Misteri

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Makam Sidogemah dan Sidorawuh di Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung menyimpan kisah misteri. Sejumlah warga kerap melihat sosok penampakan perempuan dengan jarit warna hijau. Tidak hanya itu, sosok sundel bolong juga seringkali menampakan diri di saat-saat tertentu.

Saat ini pemakaman tersebut sedang dalam proses relokasi. Semua makam dibongkor dan jenazah bakal dipindah karena terdampak pembangunan jalan tol Semarang-Demak. Untuk memindahkan, harus dilakukan ritual selamatan atau berdoa dan mendoakan ahli kubur.

Warga Sidogemah, Mahsun Jamil mengaku di kawasan makam Sidogemah dalam kondisi tertentu menampakkan sisi mistisnya. Sosok perempuan dikenal sebagai jelmaan atau penampakan dari punden. Tokoh yang dulu bertugas membabat alas atau membuka perkampungan di Sidogemah. “Kerap tampak wong wedok ayu nganggo jarit ijo,” ujarnya.

Sosok tersebut oleh warga dinekal sebagai Mbah Siti Khalimah. Hidup 179 tahun silam. Versi lain, Mbah Siti Khalimah hidup di era atau zaman kewalian Demak Bintoro. Biasanya, jika ada pendatang baru di kampung, yang bersangkutan selalu memantau dan mengenali pendatang baru tersebut.

Baca juga:  Rest Area Tol Semarang-Demak Bisa Jadi Destinasi Wisata Baru

Kepercayaan masyarakat setempat, warga asli Sidogemah kalau mau mencari jodoh lebih prioritas mencari jodoh warga sekitar. “75 persen jodohnya warga sekitar sendiri. Kalau lagi digelar haul, beliau kadang menampakkan diri,”ujarnya.

Di kawasan makam, juga kerap muncul sundel bolong. Biasanya kerap muncul di area bekas gedung Futsal yang terkena pembangunan jalan tol. Bahkan, sejumlah warga kerap mengalami hal yang diluar nalar. Pernah ia tidak bisa menyalakan mesin saat melintas. Padahal, sebelumnya tidak ada masalah.

“Kalau mau menyalakan mesin di daerah itu, saya tidak lupa untuk membaca salawat agar selamat. Saya ngucap, mbah-mbah iki podo mambu keringete. Setelah itu, mesin bisa nyala lagi,” ujarnya.

Baca juga:  Bahu Berat Sebelah, Ada Sekelebat Bayangan Hitam dan Suara Gesekan Besi

Saat proses pemindahan jenazah, makam Mbah Siti Khalimah dipindahkan untuk urutan pertama. Meski demikian, sejatinya Mbak Siti secara ruhiyah, baru mau pindah jika semua jenazah yang dimakamkan di Sidogemah dipindahkan lebih dulu.

Sisi mistis lain untuk prosesi pemindahan jenazah ada yang bercerita, jika mendengar suara menangis saat mau dipindah. Selain itu, ada sosok jenazah relatif masih utuh. Ia adalah guru ngaji saat masih hidup rajin ibadah dan memimpin tahlilan serta pengajian ibu-ibu kampung. “Mau dipindah terdengar suara nangis,” tambahnya.

Warga lain H Anwar menambahkan, jasad yang relatif masih utuh adalah jasadnya Mbah Sulaeman. Kain lawon, dan surban yang ada masih utuh. Rangkanya masih utuh. Selonjor. Dulu, merupakan pensiunan tentara veteran. Kemudian, dijadikan bekel (perangkat) desa. Semasa hidup rajin mengaji dan salat berjamaah. “Alhamdulillah, diakhir hayatnya kita dilihatkan kondisinya seperti ini,”ujar H Anwar.

Baca juga:  Pembangunan Tol Demak-Sayung Sudah 80 Persen, Masih Terkendala Sebidang Tanah di Kendaldoyong

Dalam prosesi pemindahan itu, setidaknya ada sekitar 8 jenazah yang kondisinya relatif masih ada atau utuh. Di Desa Sidogemah, warga mengenali ada empat sesepuh pembuka kampung yang dikenal dengan punden. Yaitu, Mbah Siti Khalimah, Mbah Gemah, Mbah Moh Jazuli dan Mbah Kusumo.

Ada pula yang menyebut sosok lain, yaitu Mbah Junaid. Kiai Junaid ini hidup dikalan zaman peperangan kemerdekaan. Ia pernah lakon atau menyepi di pesarean Syeh Maulana Maghribi, Batang. “Ia asli Limpung Batang dan masih keturunan Sentot Ali Basya, panglima perang Pangeran Diponegoro,”ujar Kiai Sodikin asal Kota Demak.  (hib/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya